Diperbaharui pada: 27 Maret, 2009 - Published 02:31 GMT (BBC Indonesia)
Lancet kritik Paus soal kondom
Paus Benediktus XVI
Paus: HIV/Aids diatasi dengan kesetiaan dan menahan nafsu.
Jurnal kesehatan bergengsi dunia, Lancet, menuduh Paus Benekditus membengkokkan ilmu pengetahuan saat memberi komentar tentang kondom.
Laporan itu menyebutkan komentar Paus baru-baru ini bahwa kondom membuat masalah HIV/Aids lebih buruk sama sekali tidak akurat serta bisa membawa konsekuensi yang amat besar.
Paus mengatakan epidemi yang kejam itu seharusnya diatasi dengan kesetiaan pada pasangan dan menahan nafsu, daripada menggunakan kondom.
Dalam kunjungan ke Afrika yang pertama beberapa waktu lalu, Paus mengatakan HIV/Aids adalah tragedi yang tidak bisa diatasi hanya dengan uang, yang tidak bisa diatasi dengan pembagian kondom, yang justru akan meningkatkan masalah.
Paus mengatakan ajaran tradisional gereja sudah terbukti sebagai satu-satunya jalan aman dalam mencegah penyebaran HIV/Aids.
Wartawan BBC di Roma, David Willey, mengatakan pandangan Vatikan adalah mendorong orang untuk menggunakan kondom hanya akan meminimalkan efek dari perilaku yang merusak.
Meminta ditarik
...itu bisa merusak kesehatan jutaan orang dan pernyataan itu sebaiknya dicabut atau diperbaiki
The Lancet
Lancet, yang berkantor di London, mengatakan kondom latex merupakan cara yang paling efisien dalam mengurangi transmisi HIV/Aids lewat hubungan seksual.
"Apakah kekeliruan Paus karena ketidaktahuan atau upaya yang sengaja untuk memanipulasi ilmu guna mendukung ideologi Katolik tidaklah jelas," tulis Lancet.
Namun mereka mengatakan komentar itu masih tetap ada dan mendesak Vatikan untuk menariknya.
"Jika tokoh yang berpengaruh, baik itu tokoh agama maupun politik membuat pernyataan ilmiah yang tidak benar, itu bisa merusak kesehatan jutaan orang dan pernyataan itu sebaiknya dicabut atau diperbaiki."
"Apapun yang kurang dari Paus Benekditus akan menjadi hambatan besar dalam layanan kepada umum dan kampanye kesehatan, termasuk ribuan umat Katolik yang bekerja tak lelah-lelahnya untuk mencegah penyebaran HIV/Aids di seluruh dunia."
Wartawan kami mengatakan artikel itu memperlihatkan bahwa artikel di Lancet itu sepertinya memperlihatkan bahwa upaya Paus untuk mengklarifikasi posisi Vatikan atas kondom malah memukul balik.
Friday, 27 March 2009
Temuan pecahan asteroid
Temuan pecahan asteroid
26 Maret, 2009 - Published 04:58 GMT (BBC Indonesia.com)
Asteroid
Biasanya pecahan meteorit yang ditemukan tidak diketahui asalnya
Pecahan dari asteroid yang diikuti saat jatuh ke bumi untuk pertama kalinya berhasil ditemukan oleh para ilmuwan.
Sebuah laporan di jurnal sains, Nature, mengatakan sekitar 50 potongan dari asteroid dikumpulkan di Sudan, tempat jatuhnya asteroid itu Bulan Oktober tahun lalu.
Para ilmuwan mengatakan temuan tersebut menawarkan kesempatan yang unik untuk mempelajari rute perjalanan asteroid dan kandungan kimia di dalamnya.
Selain itu ilmuwan juga mengharapkan dengan meneliti pecahan asteroid yang ditemukan maka bisa diatasi jatuhnya asteroid yang lebih besar ke bumi di masa depan.
Asteroid seukuran mobil, yang dikenal dengan nama 2008 TC3, dideteksi oleh para astronom di negara bagian Arizona, Amerika Serikat, Oktober tahun lalu.
Dengan menggunakan teleskop, asteroid itu kemudian diikuti perjalanannya saat berkeliling sampai pecah berkeping-keping di atmosfir bumi di atas gurun Nubian di Sudan.
Tergolong muda
Ini adalah meteroit yang belum ada dalam koleksi kami, materi yang benar-benar baru
Peter Jennisken
Peter Jennisken --salah seorang penulis dalam laporan di jurnal Nature itu-- dan ilmuwan dari Seti Institute di California, kemudian pergi ke Sudan bersama satu tim peneliti untuk mencoba menemukan lokasi jatuhnya pecahan asteroid itu.
Dan upaya pencarian yang seksama berhasil menemukan 47 pecahan meteroit untuk diteliti.
"Asteroid ini terbuat dari bahan yang cepat pecah yang menyebabkannya meledak pada ketinggian 37 kilimeter, sebelum jatuh dengan jauh lebih pelan," kata Jennisken.
"Ini adalah meteroit yang belum ada dalam koleksi kami, materi yang benar-benar baru," tambahnya.
Penulis lain laporan itu, Douglas Rumble dari Carnegie Institution, mengatakan sebelumnya banyak meteroit yang sduah diamati saat terbakar ketika memasuki atmosfir bumi.
Ketika meteroit jatuh ke bumi untuk diselidki, peneliti biasanya jarang sekali mendapat informasi tentang dari mana asteroid itu dan apa jenisnya.
Sementara dalam kasus 2008 TC3 ini sudah diketahui merupakan jenis meteroit yang relatif jarang yang disebut dengan urilites --yang mungkin berasal dari satu unit tubuh.
Setelah mempelajari pecahan 2008 TC3 di Sudan, para ilmuwan berpendapat asteroid itu masih relatih muda karena baru menghabiskan beberapa juta tahun saja di sistem tata surya.
26 Maret, 2009 - Published 04:58 GMT (BBC Indonesia.com)
Asteroid
Biasanya pecahan meteorit yang ditemukan tidak diketahui asalnya
Pecahan dari asteroid yang diikuti saat jatuh ke bumi untuk pertama kalinya berhasil ditemukan oleh para ilmuwan.
Sebuah laporan di jurnal sains, Nature, mengatakan sekitar 50 potongan dari asteroid dikumpulkan di Sudan, tempat jatuhnya asteroid itu Bulan Oktober tahun lalu.
Para ilmuwan mengatakan temuan tersebut menawarkan kesempatan yang unik untuk mempelajari rute perjalanan asteroid dan kandungan kimia di dalamnya.
Selain itu ilmuwan juga mengharapkan dengan meneliti pecahan asteroid yang ditemukan maka bisa diatasi jatuhnya asteroid yang lebih besar ke bumi di masa depan.
Asteroid seukuran mobil, yang dikenal dengan nama 2008 TC3, dideteksi oleh para astronom di negara bagian Arizona, Amerika Serikat, Oktober tahun lalu.
Dengan menggunakan teleskop, asteroid itu kemudian diikuti perjalanannya saat berkeliling sampai pecah berkeping-keping di atmosfir bumi di atas gurun Nubian di Sudan.
Tergolong muda
Ini adalah meteroit yang belum ada dalam koleksi kami, materi yang benar-benar baru
Peter Jennisken
Peter Jennisken --salah seorang penulis dalam laporan di jurnal Nature itu-- dan ilmuwan dari Seti Institute di California, kemudian pergi ke Sudan bersama satu tim peneliti untuk mencoba menemukan lokasi jatuhnya pecahan asteroid itu.
Dan upaya pencarian yang seksama berhasil menemukan 47 pecahan meteroit untuk diteliti.
"Asteroid ini terbuat dari bahan yang cepat pecah yang menyebabkannya meledak pada ketinggian 37 kilimeter, sebelum jatuh dengan jauh lebih pelan," kata Jennisken.
"Ini adalah meteroit yang belum ada dalam koleksi kami, materi yang benar-benar baru," tambahnya.
Penulis lain laporan itu, Douglas Rumble dari Carnegie Institution, mengatakan sebelumnya banyak meteroit yang sduah diamati saat terbakar ketika memasuki atmosfir bumi.
Ketika meteroit jatuh ke bumi untuk diselidki, peneliti biasanya jarang sekali mendapat informasi tentang dari mana asteroid itu dan apa jenisnya.
Sementara dalam kasus 2008 TC3 ini sudah diketahui merupakan jenis meteroit yang relatif jarang yang disebut dengan urilites --yang mungkin berasal dari satu unit tubuh.
Setelah mempelajari pecahan 2008 TC3 di Sudan, para ilmuwan berpendapat asteroid itu masih relatih muda karena baru menghabiskan beberapa juta tahun saja di sistem tata surya.
Monday, 9 March 2009
ABSTRAK
Muthofar Hadi. 2004. EFISIENSI RADIASI MATAHARI OLEH TANAMAN SELA DI BAWAH TEGAKAN SENGON (Paraserianthes Falcataria L. Nielson) DENGAN VARIASI TEGAKAN DAN POLA TANAM TANAMAN SELA. Jurusan Biologi. FMIPA. UNS.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur tegakan sengon dan pola tanam tanaman sela terhadap tingkat efisiensi intersepsi dan absorbsi radiasi matahari oleh tanaman sela di bawah tegakan sengon. Penelitian ini dilakukan berdasarkan kerangka pemikiran bahwa setiap jenis tanaman membutuhkan radiasi matahari untuk proses fotosintesis. Radiasi matahari di bawah tegakan sengon terbatas karena terhalang kanopi. Untuk itu dalam rangka peningkatan produktivitas lahan perlu dievalusi tentang pola tanam, kombinasi dan jenis-jenis tanaman sela yang efisien dalam menangkap (intersepsi) dan menyerap (absorbsi) radiasi matahari.
Penilitian dilakukan dengan metode survey. Survei dilakukan dengan teknik pengambilan sample secara acak bertingkat (stratified random sampling). Stratifikasi didasarkan pada 3 umur tegakan sengon yaitu : < 2 tahun (U1), 2 – 4 tahun (U2), dan lebih dari 4 tahun (U3) dan pola tanam tanaman sela, yaitu monokultur (P1), dikultur (P2), dan trikultur (P3). Pengamatan dilakukan pada pukul 09.00 – 13.00 WIB dengan 5 contoh tanaman dimasing-masing blok. Variabel yang diukur adalah intensitas radiasi matahari jatuh (Ij), pantulan (Ir), lolos (Il) serta karakter kanopi. Dari data yang diperoleh dihitung nilai efisiensi intersepsi (Ii) dan absorbsi (Ia).
Hasil penelitian ini meninjukkan bahwa umur tegakan sengon dan pola tanam tanaman sela memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat efisiensi intersepsi dan absorbsi. Efisiensi intersepsi tertinggi pada tanaman nanas (papaya-nanas) di blok U2P2, sebesar 88,27%, dan terendah pada cabe (papaya-cabe) sebesar 48,90%. Efisiensi absorbsi tertinggi pada tanaman papaya monokultur di blok U3P1 sebesar 96,41%, dan terendah pada tanaman nanas (papaya-singkong-nanas) yaitu sebesar 90,32%. Kombinasi umur tegakan sengon dan pola tanam tanaman sela rata-rata efisiensi dan absorbsi tertinggi ada di blok U2P2 dengan tanaman sela papaya-nanas yaitu sebesar 84,23% (Ei) dan 94,51% (Ea), sedangkan terandah di blok U3P3 pada tanaman papaya-singkong-nanas yaitu 53,84% (Ei) dan 93,36% (Ea).
Kata kunci: efisiensi intersepsi, absorbsi, radiasi matahari, umur tegakan sengon, pola tanam tanaman sela
EFISIENSI RADIASI MATAHARI OLEH TANAMAN SELA DI BAWAH TEGAKAN SENGON (Paraserianthes falcataria, L. Nielson) DENGAN VARIASI UMUR TEGAKAN DAN POLA TANAMAN TANAMAN SELA
SKRIPSI
Untuk memenuhi sebagai persyaratan
guna mencapai derajat Sarjana Sains
Jurusan Biologi
Logo
Oleh
Muthofar Hadi
NIM M0497 080
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNICERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2004
LAPORAN SKRIPSI
EFISIENSI RADIASI MATAHARI PADA TANAMAN SELA DI BAWAH TEGAKAN SENGON (Paraserianthes falcataria, L. Nielson) DENGAN VARIASI UMUR TEGAKAN DAN POLA TANAM TANAMAN SELA
Oleh
Muthofar Hadi
NIM M0497080
Telah disetujui untuk diujikan
Surakarta, April 2004
Menyetujui
Pembimbing I Pembimbing II
Drs. Sunarto, M.S. Prabang Setyono, M.Si.
NIP. 131 947 766 NIP. 132 240 171
Mengetahui
Ketua Jurusan
Drs. Wiryanto, M.S.
NIP. 131 124 613
PENGESAHAN
SKRIPSI
EFISIENSI RADIASI MATAHARI OLEH TANAMAN SELA DI BAWAH TEGAKAN SENGON (Paraserianthes falcataria L. Nielson) DENGAN VARIASI UMUR TEGAKAN SENGON DAN POLA TANAMAN TANAMAN SELA
Oleh
Muthofar Hadi
NIM M0497080
Telah dipertahankan di depan Tim Penguji
pada tanggal Januari 2004
dan dinyatakan telah memenuhi syarat
Surakarta, 20 Januari 2004
Penguji I Penguji III
Drs. Sunarto, M.S. Dr. Sugiyarto, M.Si.
NIP. 131 947 766 NIP. 131 007 622
Penguji II Penguji IV
Prabang Setyono, M.Si. Widya Mudyantini, M.Si.
NIP. 132 240 171 NIP. 132 240 172
Mengesahkan
Dekan FMIPA UNS Ketua Jurusan Biologi
FMIPA UNS
Drs. Marsusi, M.S. Drs. Wiryanto, M.S.
NIP. 130 906 776 NIP. 131 124 613
ABSTRACT
Muthofar Hadi. 2004. THE EFFICIENCY OF SOLAR RADIATION BY INTERCROPS UNDER STAND OF SENGON (Paraserianthes falcataria L. Nielson) WITH INTERCROPS PLANTING PATTERN AND STAND AGE VARIATION. DEPARTEMENT OF BIOLOGY FACULTY OF MATHEMATICS AND SCIENCE, SEBELAS MARET UNIVERSITY.
The goal of this research were to know the efficiency of age sengon stand and intercrops planting pattern toward interception and absorption efficiency of intercrops plant under of sengon stand. This research were to do with the thinking framework that each intercrops need solar radiation to fotosintetic proses. Solar radiation under of sengon stand is few because cropping isolation. For it to upgrade land productivity is important to evalution about planting pattern combination, and specific intercrops were efficien to interception and absorption solar radiation.
This research were conducted with survey methode. This survey was doing with stratified random sampling methods. The stratification base on 3 age stand of sengon stratifified is < 2 years (U1), 2 – 4 years (U2), and > 4 years (U3) and 3 intercrops planting pattern is monocultur (P1), dicultur (P2), and triplecultur (P3). The measurement were doing at 09.00 – 13.00 wib 5 plat sample in each blok (12 blok). The variable measure is solar radiation intencity fall down (Ij), be reflected (Ir), and transferred (Il) and crop caracters. From date can be calculated efficiency interception (Ei) and absorbtion (Ea).
The results of the reseach shows that age of sengon stand and planting patern have some given some significant effect toward interception and absorbtion. The highest of efficiency interception at blok U2P2 in dicultur pineapple plant (papaya-pineapple) is 88,27 % and the lowest at blok U3P2 in dicultur hotechili plat (papaya-hotechili) is 48,90 %. The highest of efficiency absorption at blok U3P3 in trilecultur and intercrops planting pattern with efficiency interception and absorbtion mean highest is blok U2P2 with intercrops dicultur papaya-pineapple is 84,23 % (Ei) and 94,51 % (Ea). Where as in lowest in blok U3P3 with intercropc triplecultur papaya-cassava-pineapple is 53,84 % (Ei) and 93,36 % (Ea).
Keywords : efficiency, interception, absorption, solar radiation, stand age, intercrops planting pattern
MOTTO
“ Hidup mulia atau mati sebagai suhada’ “
” Hikmah atau ilmu pengetahuan adalah hak mukmin, maka dimana saja ia dijumpai, ia lebih berhak kepadanya ”
(Hadist nabi Muhammad saw)
” Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan ”
(QS Al ’alaq : 1)
PERSEMBAHAN
Skripsi ini saya persembahkan buat :
Keluarga dan almamater tercinta
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil’alamiin. Segala puji bagi allah SWT yang telah melimpahkan rahman dan rahiim-Nya sehingga skripsi ini dapat selesai. Penelitian tentang efisiensi intersepsi dan absorbsi radiasi matahari oleh tanaman sela di bawah tegakan sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielson) dengan variasi umur tegakan dan pola tanam tanaman sela di RPH jatirejo Kediri ini merupakan salah satu prasyarat untuk memperoleh gelar sarjana di Jurusan Biologi FMIPA UNS.
Penulisan skripsi ini tidak lepas dari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu sepatutunya penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1.Drs. Marsusi, M.S. selaku Dekan FMIPA UNS yang telah memberikan kemudahan ijin penelitian skripsi.
2.Drs. Wiryanto, M.S. selaku Ketua Jurusan Biologi FMIPA UNS yang telah memberikan masukan dan ijin dalam penelitian skripsi.
3.Drs. Sunarto, M.S. dan Prabang Setyono, M.Si. selaku pembimbing skripsi.
4.Dr. Sugiyarto, M.Si. dan Widya Mudyantini, M.Si. selaku penelaah skripsi.
5.Kedua orang tua dan keluarga di rumah atas dukungan doa, dan segala bentuk dukungan yang tidak mungkin ditulis satu demi satu.
6.Sdr. Cahyanto, Yudi, Suhar, Wahid yang telah membantu dalam survey lokasi dan pengambilan data.
7.Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang turut membantu penyelesaian penulisan skripsi ini.
Semoga Allah SWT memberikan balasan atas kebaikan dan bantuan yang telah diberikan dalam penyelesaian skripsi ini. Aamiin. Penulisan skripsi ini tidak luput dari kekurangan, untuk itu penulis mengharap kritik dan saran guna perbaikan skripsi ini. Akhirnya penulis berharap semoga tulisan ini dapat bermanfaat.
Surakarta, 17 Januari 2004
Muthofar Hadi
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ......................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN ........................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN ........................................................... iii
HALAMAN PERNYATAAN .......................................................... iv
ABSTRAK ........................................................................................ v
ABSTRACT ..................................................................................... vi
MOTTO ............................................................................................ vii
HALAMAN PERSEMBAHAN ....................................................... viii
KATA PENGANTAR ..................................................................... ix
DAFTAR ISI .................................................................................... x
DAFTAR TABEL ............................................................................ xi
DAFTAR GAMBAR ....................................................................... xii
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................... xiii
BAB. I. PENDAHULUAN .............................................................. xiv
A. Latar Belakang Masalah .................................................. 1
B. Perumusan Masalah ......................................................... 1
C. Tujuan Penelitian ............................................................. 4
D. Manfaat Penelitian ........................................................... 4
BAB. II. LANDASAN TEORI ........................................................ 5
A. Tinjauan Pustaka ............................................................. 5
1. Sistem-sistem Agroforestri ......................................... 5
a. Pengertian Agroforestri ………………………… 5
b. Penerapan Agroforestri ………………………… 6
2. Pemeliharaan Sengon di RPH Jatirejo ……………… 7
a. Pengusahaan Hutan Sengon ……………………. 8
b. Tanaman Pertanian di Bawah Tegakan Sengon … 10
3. Radiasi Matahari ……………………………………. 17
a. Respon Tanaman Terhadap Radiasi Matahari ...... 18
b. Efisiensi Radiasi Matahari .................................... 23
B. Kerangka Pemikiran ........................................................ 27
C. Hipotesa ............................................................................. 28
BAB. III. METODE PENELITIAN .................................................. 29
A. Waktu dan Tempat Penelitian …………………………… 29
B. Alat dan Bahan ………………………………………….. 30
C. Cara Kerja ………………………………………………. 30
D. Analisa Data …………………………………………….. 33
BAB. IV. HASIL PENELITIAN ....................................................... 34
A. Pengaruh Umur Tegakan Sengon terhadap Efisiensi Radiasi 36
B. Pengaruh Pola Tanam terhadap Efisiensi Radiasi ………… 38
C. Efisiensi Intersepsi dan Absorbsi Radiasi Matahari oleh
Tanaman Sela ........................................................................ 43
1. Tanaman Sela dalam Pola Tanam Monokultur ................. 44
2. Tanaman Sela dalam Pola Tanam Dikultur ...................... 47
3. Tanaman Sela dalam Pola Tanam Triplekultur ................ 50
BAB. V. KESIMPULAN DAN SARAN ………………………….. 53
A. KESIMPULAN ...................................................................... 53
B. SARAN .................................................................................. 54
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………… 55
LAMPIRAN ……………………………………………………….. 58
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1. Rincian unit pengamatan dalam kombinasi faktor umur tegakan
sengon dan pola tanam tanaman sela di RPH Jatirejo Kediri .................... 31
Tabel 2. Nilai intensitas radiasi matahari jatuh (Ij), dipantulkan/
direfleksikan (Ir), dan lolos (Il) pada tanaman sela di bawah
tegakan sengon .......................................................................................... 35
Tabel 3. Nilai eisiensi intersepsi (Ei) dan absorbsi (Ea) tanaman sela di bawah
tegakan sengon umur < 2 tahun, 2 – 4 tahun, dan > 4 tahun .................... 36
Tabel 4. Nilai Ei dan Ea radiasi matahari pada pola tanam monokultur,
dikultur, dan triplekultur di bawah tegakan sengon < 2 tahun ................ 38
Tabel 5. Nilai Ei dan Ea radiasi matahari pada pola tanam monokultur,
dikultur, dan triplekultur di bawah tegakan sengon 2 - 4 tahun ................ 39
Tabel 6. Nilai Ei dan Ea radiasi matahari pada pola tanam monokultur,
dikultur, dan triplekultur di bawah tegakan sengon > 4 tahun ................ 41
Tabel 7. Nilai Ei dan Ea pada tanaman pepaya monokultur di bawah tegakan
sengon < 2 tahun, 2 – 4 tahun, dan > 4 tahun .......................................... 45
Tabel 8. Karakter tajuk tanaman pepaya monokultur di bawah tegakan sengon
usia < 2 tahun, 2 – 4 tahun, > 4 tahun ..................................................... 46
Tabel 9. Nilai Ei dan Ea pepaya, nanas, dan cabe dalam pola tanam dikultur
di blok U1P2, U2P2, dan U3P2 .............................................................. 47
Tabel 10. Karakter tanaman sela, pepaya dan nanas dalam pola dikultur di bawah
tegakan sengon , 2 tahun, 2 – 4 tahun, dan > 4tahun ............................... 48
Tabel 11. Nilai efisiensi intersepsi dan absorbsi tanaman pepaya, cabe, singkong,
dan nanas dalam pola trplekultur di bawah tegakan sengon <2 tahun (U1P3),
2 – 4 tahun (U2P3), dan > 4 tahun (U3P3) ............................................. 51
Tabel 12. Karakter tanaman sela, pepaya, nanas, cabe, jagung, dan singkong
di bawah tegakan sengon < 2 tahun, 2 – 4 tahun, dan > 4 tahun ........... 52
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1. Daun, buah, dan bunga tanaman sengon ................................... 9
Gambar 2. Pola tanaman di daerah aliran sungai ....................................... 11
Gambar 3. Perubahan intensitas radiasi matahari harian dalam kaitannya
dengan laju transpirasi ...................................................................... 22
Gambar 4. Kerangka pemikiran penelitian ................................................ 28
Gambar 5. Grafik efisiensi intersepsi pada tegakan sengon umur < 2 tahun,
2 – 4 tahun, dan > 4 tahun .............................................................. 36
Gambar 6. Grafik efisiensi absorbsi pada tegakan sengon umur < 2 tahun,
2 – 4 tahun, dan > 4 tahun .............................................................. 37
Gambar 7. Grafik pengaruh pola tanam tanaman sela terhadap efisiensi intersepsi
di bawah tegakan sengon < 2 tahun ............................................... 38
Gambar 8. . Grafik pengaruh pola tanam tanaman sela terhadap efisiensi absorbsi
di bawah tegakan sengon < 2 tahun ............................................... 39
Gambar 9. Grafik pengaruh pola tanam tanaman sela terhadap efisiensi intersepsi
di bawah tegakan sengon 2 - 4 tahun ............................................... 40
Gambar 10. Grafik pengaruh pola tanam tanaman sela terhadap efisiensi absorbsi
di bawah tegakan sengon 2 - 4 tahun ............................................... 41
Gambar 11. Grafik pengaruh pola tanam tanaman sela terhadap efisiensi intersepsi
dan absorbsi di bawah tegakan sengon > 4 tahun ............................ 42
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1. Peta/Denah Petak VIII, IX, dan XIII PERUM PERHUTANI
Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kediri BKPH. Pare RPH
Jatirejo Kediri .................................................................... 58 - 60
Lampiran 2. Data keadaan cuaca hujan BKPH Pare Kediri tahun 1995 – 2000 61
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1. Rincian unit pengamatan dalam kobinasi faktor umur tegakan
Sengon dan pola tanam tanaman sela di RPH Jatirejo Kediri
Muthofar Hadi. 2004. EFISIENSI RADIASI MATAHARI OLEH TANAMAN SELA DI BAWAH TEGAKAN SENGON (Paraserianthes Falcataria L. Nielson) DENGAN VARIASI TEGAKAN DAN POLA TANAM TANAMAN SELA. Jurusan Biologi. FMIPA. UNS.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh umur tegakan sengon dan pola tanam tanaman sela terhadap tingkat efisiensi intersepsi dan absorbsi radiasi matahari oleh tanaman sela di bawah tegakan sengon. Penelitian ini dilakukan berdasarkan kerangka pemikiran bahwa setiap jenis tanaman membutuhkan radiasi matahari untuk proses fotosintesis. Radiasi matahari di bawah tegakan sengon terbatas karena terhalang kanopi. Untuk itu dalam rangka peningkatan produktivitas lahan perlu dievalusi tentang pola tanam, kombinasi dan jenis-jenis tanaman sela yang efisien dalam menangkap (intersepsi) dan menyerap (absorbsi) radiasi matahari.
Penilitian dilakukan dengan metode survey. Survei dilakukan dengan teknik pengambilan sample secara acak bertingkat (stratified random sampling). Stratifikasi didasarkan pada 3 umur tegakan sengon yaitu : < 2 tahun (U1), 2 – 4 tahun (U2), dan lebih dari 4 tahun (U3) dan pola tanam tanaman sela, yaitu monokultur (P1), dikultur (P2), dan trikultur (P3). Pengamatan dilakukan pada pukul 09.00 – 13.00 WIB dengan 5 contoh tanaman dimasing-masing blok. Variabel yang diukur adalah intensitas radiasi matahari jatuh (Ij), pantulan (Ir), lolos (Il) serta karakter kanopi. Dari data yang diperoleh dihitung nilai efisiensi intersepsi (Ii) dan absorbsi (Ia).
Hasil penelitian ini meninjukkan bahwa umur tegakan sengon dan pola tanam tanaman sela memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat efisiensi intersepsi dan absorbsi. Efisiensi intersepsi tertinggi pada tanaman nanas (papaya-nanas) di blok U2P2, sebesar 88,27%, dan terendah pada cabe (papaya-cabe) sebesar 48,90%. Efisiensi absorbsi tertinggi pada tanaman papaya monokultur di blok U3P1 sebesar 96,41%, dan terendah pada tanaman nanas (papaya-singkong-nanas) yaitu sebesar 90,32%. Kombinasi umur tegakan sengon dan pola tanam tanaman sela rata-rata efisiensi dan absorbsi tertinggi ada di blok U2P2 dengan tanaman sela papaya-nanas yaitu sebesar 84,23% (Ei) dan 94,51% (Ea), sedangkan terandah di blok U3P3 pada tanaman papaya-singkong-nanas yaitu 53,84% (Ei) dan 93,36% (Ea).
Kata kunci: efisiensi intersepsi, absorbsi, radiasi matahari, umur tegakan sengon, pola tanam tanaman sela
EFISIENSI RADIASI MATAHARI OLEH TANAMAN SELA DI BAWAH TEGAKAN SENGON (Paraserianthes falcataria, L. Nielson) DENGAN VARIASI UMUR TEGAKAN DAN POLA TANAMAN TANAMAN SELA
SKRIPSI
Untuk memenuhi sebagai persyaratan
guna mencapai derajat Sarjana Sains
Jurusan Biologi
Logo
Oleh
Muthofar Hadi
NIM M0497 080
JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNICERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2004
LAPORAN SKRIPSI
EFISIENSI RADIASI MATAHARI PADA TANAMAN SELA DI BAWAH TEGAKAN SENGON (Paraserianthes falcataria, L. Nielson) DENGAN VARIASI UMUR TEGAKAN DAN POLA TANAM TANAMAN SELA
Oleh
Muthofar Hadi
NIM M0497080
Telah disetujui untuk diujikan
Surakarta, April 2004
Menyetujui
Pembimbing I Pembimbing II
Drs. Sunarto, M.S. Prabang Setyono, M.Si.
NIP. 131 947 766 NIP. 132 240 171
Mengetahui
Ketua Jurusan
Drs. Wiryanto, M.S.
NIP. 131 124 613
PENGESAHAN
SKRIPSI
EFISIENSI RADIASI MATAHARI OLEH TANAMAN SELA DI BAWAH TEGAKAN SENGON (Paraserianthes falcataria L. Nielson) DENGAN VARIASI UMUR TEGAKAN SENGON DAN POLA TANAMAN TANAMAN SELA
Oleh
Muthofar Hadi
NIM M0497080
Telah dipertahankan di depan Tim Penguji
pada tanggal Januari 2004
dan dinyatakan telah memenuhi syarat
Surakarta, 20 Januari 2004
Penguji I Penguji III
Drs. Sunarto, M.S. Dr. Sugiyarto, M.Si.
NIP. 131 947 766 NIP. 131 007 622
Penguji II Penguji IV
Prabang Setyono, M.Si. Widya Mudyantini, M.Si.
NIP. 132 240 171 NIP. 132 240 172
Mengesahkan
Dekan FMIPA UNS Ketua Jurusan Biologi
FMIPA UNS
Drs. Marsusi, M.S. Drs. Wiryanto, M.S.
NIP. 130 906 776 NIP. 131 124 613
ABSTRACT
Muthofar Hadi. 2004. THE EFFICIENCY OF SOLAR RADIATION BY INTERCROPS UNDER STAND OF SENGON (Paraserianthes falcataria L. Nielson) WITH INTERCROPS PLANTING PATTERN AND STAND AGE VARIATION. DEPARTEMENT OF BIOLOGY FACULTY OF MATHEMATICS AND SCIENCE, SEBELAS MARET UNIVERSITY.
The goal of this research were to know the efficiency of age sengon stand and intercrops planting pattern toward interception and absorption efficiency of intercrops plant under of sengon stand. This research were to do with the thinking framework that each intercrops need solar radiation to fotosintetic proses. Solar radiation under of sengon stand is few because cropping isolation. For it to upgrade land productivity is important to evalution about planting pattern combination, and specific intercrops were efficien to interception and absorption solar radiation.
This research were conducted with survey methode. This survey was doing with stratified random sampling methods. The stratification base on 3 age stand of sengon stratifified is < 2 years (U1), 2 – 4 years (U2), and > 4 years (U3) and 3 intercrops planting pattern is monocultur (P1), dicultur (P2), and triplecultur (P3). The measurement were doing at 09.00 – 13.00 wib 5 plat sample in each blok (12 blok). The variable measure is solar radiation intencity fall down (Ij), be reflected (Ir), and transferred (Il) and crop caracters. From date can be calculated efficiency interception (Ei) and absorbtion (Ea).
The results of the reseach shows that age of sengon stand and planting patern have some given some significant effect toward interception and absorbtion. The highest of efficiency interception at blok U2P2 in dicultur pineapple plant (papaya-pineapple) is 88,27 % and the lowest at blok U3P2 in dicultur hotechili plat (papaya-hotechili) is 48,90 %. The highest of efficiency absorption at blok U3P3 in trilecultur and intercrops planting pattern with efficiency interception and absorbtion mean highest is blok U2P2 with intercrops dicultur papaya-pineapple is 84,23 % (Ei) and 94,51 % (Ea). Where as in lowest in blok U3P3 with intercropc triplecultur papaya-cassava-pineapple is 53,84 % (Ei) and 93,36 % (Ea).
Keywords : efficiency, interception, absorption, solar radiation, stand age, intercrops planting pattern
MOTTO
“ Hidup mulia atau mati sebagai suhada’ “
” Hikmah atau ilmu pengetahuan adalah hak mukmin, maka dimana saja ia dijumpai, ia lebih berhak kepadanya ”
(Hadist nabi Muhammad saw)
” Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan ”
(QS Al ’alaq : 1)
PERSEMBAHAN
Skripsi ini saya persembahkan buat :
Keluarga dan almamater tercinta
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil’alamiin. Segala puji bagi allah SWT yang telah melimpahkan rahman dan rahiim-Nya sehingga skripsi ini dapat selesai. Penelitian tentang efisiensi intersepsi dan absorbsi radiasi matahari oleh tanaman sela di bawah tegakan sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielson) dengan variasi umur tegakan dan pola tanam tanaman sela di RPH jatirejo Kediri ini merupakan salah satu prasyarat untuk memperoleh gelar sarjana di Jurusan Biologi FMIPA UNS.
Penulisan skripsi ini tidak lepas dari dukungan dan bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu sepatutunya penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1.Drs. Marsusi, M.S. selaku Dekan FMIPA UNS yang telah memberikan kemudahan ijin penelitian skripsi.
2.Drs. Wiryanto, M.S. selaku Ketua Jurusan Biologi FMIPA UNS yang telah memberikan masukan dan ijin dalam penelitian skripsi.
3.Drs. Sunarto, M.S. dan Prabang Setyono, M.Si. selaku pembimbing skripsi.
4.Dr. Sugiyarto, M.Si. dan Widya Mudyantini, M.Si. selaku penelaah skripsi.
5.Kedua orang tua dan keluarga di rumah atas dukungan doa, dan segala bentuk dukungan yang tidak mungkin ditulis satu demi satu.
6.Sdr. Cahyanto, Yudi, Suhar, Wahid yang telah membantu dalam survey lokasi dan pengambilan data.
7.Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang turut membantu penyelesaian penulisan skripsi ini.
Semoga Allah SWT memberikan balasan atas kebaikan dan bantuan yang telah diberikan dalam penyelesaian skripsi ini. Aamiin. Penulisan skripsi ini tidak luput dari kekurangan, untuk itu penulis mengharap kritik dan saran guna perbaikan skripsi ini. Akhirnya penulis berharap semoga tulisan ini dapat bermanfaat.
Surakarta, 17 Januari 2004
Muthofar Hadi
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ......................................................................... i
HALAMAN PENGESAHAN ........................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN ........................................................... iii
HALAMAN PERNYATAAN .......................................................... iv
ABSTRAK ........................................................................................ v
ABSTRACT ..................................................................................... vi
MOTTO ............................................................................................ vii
HALAMAN PERSEMBAHAN ....................................................... viii
KATA PENGANTAR ..................................................................... ix
DAFTAR ISI .................................................................................... x
DAFTAR TABEL ............................................................................ xi
DAFTAR GAMBAR ....................................................................... xii
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................... xiii
BAB. I. PENDAHULUAN .............................................................. xiv
A. Latar Belakang Masalah .................................................. 1
B. Perumusan Masalah ......................................................... 1
C. Tujuan Penelitian ............................................................. 4
D. Manfaat Penelitian ........................................................... 4
BAB. II. LANDASAN TEORI ........................................................ 5
A. Tinjauan Pustaka ............................................................. 5
1. Sistem-sistem Agroforestri ......................................... 5
a. Pengertian Agroforestri ………………………… 5
b. Penerapan Agroforestri ………………………… 6
2. Pemeliharaan Sengon di RPH Jatirejo ……………… 7
a. Pengusahaan Hutan Sengon ……………………. 8
b. Tanaman Pertanian di Bawah Tegakan Sengon … 10
3. Radiasi Matahari ……………………………………. 17
a. Respon Tanaman Terhadap Radiasi Matahari ...... 18
b. Efisiensi Radiasi Matahari .................................... 23
B. Kerangka Pemikiran ........................................................ 27
C. Hipotesa ............................................................................. 28
BAB. III. METODE PENELITIAN .................................................. 29
A. Waktu dan Tempat Penelitian …………………………… 29
B. Alat dan Bahan ………………………………………….. 30
C. Cara Kerja ………………………………………………. 30
D. Analisa Data …………………………………………….. 33
BAB. IV. HASIL PENELITIAN ....................................................... 34
A. Pengaruh Umur Tegakan Sengon terhadap Efisiensi Radiasi 36
B. Pengaruh Pola Tanam terhadap Efisiensi Radiasi ………… 38
C. Efisiensi Intersepsi dan Absorbsi Radiasi Matahari oleh
Tanaman Sela ........................................................................ 43
1. Tanaman Sela dalam Pola Tanam Monokultur ................. 44
2. Tanaman Sela dalam Pola Tanam Dikultur ...................... 47
3. Tanaman Sela dalam Pola Tanam Triplekultur ................ 50
BAB. V. KESIMPULAN DAN SARAN ………………………….. 53
A. KESIMPULAN ...................................................................... 53
B. SARAN .................................................................................. 54
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………… 55
LAMPIRAN ……………………………………………………….. 58
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1. Rincian unit pengamatan dalam kombinasi faktor umur tegakan
sengon dan pola tanam tanaman sela di RPH Jatirejo Kediri .................... 31
Tabel 2. Nilai intensitas radiasi matahari jatuh (Ij), dipantulkan/
direfleksikan (Ir), dan lolos (Il) pada tanaman sela di bawah
tegakan sengon .......................................................................................... 35
Tabel 3. Nilai eisiensi intersepsi (Ei) dan absorbsi (Ea) tanaman sela di bawah
tegakan sengon umur < 2 tahun, 2 – 4 tahun, dan > 4 tahun .................... 36
Tabel 4. Nilai Ei dan Ea radiasi matahari pada pola tanam monokultur,
dikultur, dan triplekultur di bawah tegakan sengon < 2 tahun ................ 38
Tabel 5. Nilai Ei dan Ea radiasi matahari pada pola tanam monokultur,
dikultur, dan triplekultur di bawah tegakan sengon 2 - 4 tahun ................ 39
Tabel 6. Nilai Ei dan Ea radiasi matahari pada pola tanam monokultur,
dikultur, dan triplekultur di bawah tegakan sengon > 4 tahun ................ 41
Tabel 7. Nilai Ei dan Ea pada tanaman pepaya monokultur di bawah tegakan
sengon < 2 tahun, 2 – 4 tahun, dan > 4 tahun .......................................... 45
Tabel 8. Karakter tajuk tanaman pepaya monokultur di bawah tegakan sengon
usia < 2 tahun, 2 – 4 tahun, > 4 tahun ..................................................... 46
Tabel 9. Nilai Ei dan Ea pepaya, nanas, dan cabe dalam pola tanam dikultur
di blok U1P2, U2P2, dan U3P2 .............................................................. 47
Tabel 10. Karakter tanaman sela, pepaya dan nanas dalam pola dikultur di bawah
tegakan sengon , 2 tahun, 2 – 4 tahun, dan > 4tahun ............................... 48
Tabel 11. Nilai efisiensi intersepsi dan absorbsi tanaman pepaya, cabe, singkong,
dan nanas dalam pola trplekultur di bawah tegakan sengon <2 tahun (U1P3),
2 – 4 tahun (U2P3), dan > 4 tahun (U3P3) ............................................. 51
Tabel 12. Karakter tanaman sela, pepaya, nanas, cabe, jagung, dan singkong
di bawah tegakan sengon < 2 tahun, 2 – 4 tahun, dan > 4 tahun ........... 52
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1. Daun, buah, dan bunga tanaman sengon ................................... 9
Gambar 2. Pola tanaman di daerah aliran sungai ....................................... 11
Gambar 3. Perubahan intensitas radiasi matahari harian dalam kaitannya
dengan laju transpirasi ...................................................................... 22
Gambar 4. Kerangka pemikiran penelitian ................................................ 28
Gambar 5. Grafik efisiensi intersepsi pada tegakan sengon umur < 2 tahun,
2 – 4 tahun, dan > 4 tahun .............................................................. 36
Gambar 6. Grafik efisiensi absorbsi pada tegakan sengon umur < 2 tahun,
2 – 4 tahun, dan > 4 tahun .............................................................. 37
Gambar 7. Grafik pengaruh pola tanam tanaman sela terhadap efisiensi intersepsi
di bawah tegakan sengon < 2 tahun ............................................... 38
Gambar 8. . Grafik pengaruh pola tanam tanaman sela terhadap efisiensi absorbsi
di bawah tegakan sengon < 2 tahun ............................................... 39
Gambar 9. Grafik pengaruh pola tanam tanaman sela terhadap efisiensi intersepsi
di bawah tegakan sengon 2 - 4 tahun ............................................... 40
Gambar 10. Grafik pengaruh pola tanam tanaman sela terhadap efisiensi absorbsi
di bawah tegakan sengon 2 - 4 tahun ............................................... 41
Gambar 11. Grafik pengaruh pola tanam tanaman sela terhadap efisiensi intersepsi
dan absorbsi di bawah tegakan sengon > 4 tahun ............................ 42
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman
Lampiran 1. Peta/Denah Petak VIII, IX, dan XIII PERUM PERHUTANI
Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kediri BKPH. Pare RPH
Jatirejo Kediri .................................................................... 58 - 60
Lampiran 2. Data keadaan cuaca hujan BKPH Pare Kediri tahun 1995 – 2000 61
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1. Rincian unit pengamatan dalam kobinasi faktor umur tegakan
Sengon dan pola tanam tanaman sela di RPH Jatirejo Kediri
Subscribe to:
Comments (Atom)
ORIFLAME UNIVERSITY
WEB BERITA, KATAKAN!
profil muthofar hadi
Curikulum Vitepdf
Unduh Partai Republik Republik Islam Indonesia
Partai Republik Islam Indonesia
Award Backlink
AWARD LEBARAN
DAFTAR ISI
2ARTIKEL SAYA UNTUK KOMPETISI iB
(BANK SYARIAH) KOMPAS SEPT - OKT 2009
1. BANK SYARIAH
2. PENGALAMAN SAYA MEMILIKI TABUNGAN SYARIAH
HALAMAN UNTUK LINK SAHABAT
3. iB Kepanjangan dari Bank Islam
4. BANK DIBAGI DUA
5. Memilih Bank Indonesia, bank Syariah atau bank Dunia
Blog Archive
ALAMAT IP KAMU
The 6 Links
streetdirectory.co.id
SILAHKAN LIHAT SENDIRI
Muthofar Hadi Sponsor Umroh/Haji
PT Armina Reka Perdana adalah salah satu agen perjalanan Haji/Umrah di Indonesia yang sudah berdiri sejak 1990. Ikuti jamaahnya dan dapatkan kuotanya, Bergabung Klik di sini.