Thursday, 18 June 2009

Tragedi Kemanusiaan







Tragedi kemanusiaan ini berlangsung di Malaysia, dan tidak hanya pada Manohara. Banyak TKW dari Indonesia atau TKI yang mendapatkan perlakuan seperti budak.

Para TKI dan Manohara diperlakukan secara kasar, dengan penyiksaan seperti foto-foto manohara di atas.

Apakah relevan Manohara disuruh meminta maaf melalui media?

Sunday, 14 June 2009

DEMO MENOLAK KEPEMIMPINAN SBY

Istana Nilai Inkonstitusional

Demo Cabut Mandat


Wapres Jusuf Kalla menilai unjuk rasa yang menyerukan pencabutan mandat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla karena dinilai gagal memenuhi janjinya terlalu dini disampaikan. Sementara, Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng mengatakan, demonstrasi di Istana Negara, yang bertujuan mencabut mandat Presiden Yudhoyono yang baru menjalankan pemerintahan selama dua tahun lebih, adalah inkonstitusional.


Demo yang menuntut pencabutan mandat rakyat terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Senin (15/1/2007) di Jakarta, berlangsung tertib. Unjuk rasa itu antara lain diikuti mantan aktivis mahasiswa Malari (15 Januari 1974) Hariman Siregar, ekonom Sjahrir, WS Rendra, Sri-Bintang Pamungkas, Eggi Sudjana, dan aktivis buruh Dita Indah Sari. Unjuk rasa itu mengambil momentum peringatan 33 tahun Malapetaka 15 Januari (Malari).


Menanggapi unjuk rasa itu, Wapres Jusuf Kalla menilainya terlalu dini. �Pemerintah mendengarkan pesan pengunjuk rasa. Pemerintah juga tetap teguh bekerja dan melaksanakan tugas yang dianggap benar. Janji pemerintah itu lima tahun. Tidak pernah SBY-JK berjanji dua tahun. Kalau kami tidak dapat memenuhi janji itu dalam lima tahun, boleh mengatakan berhasil atau tidak berhasil. Silakan bicara dalam lima tahunan," ujar Kalla.


Yudhoyono-Kalla yang menjanjika perubahan, pengentasa kemiskinan dan pembukaan lapangan kerja, terpilih sebagai presiden dan wapres dalam pemilu langsung tahun 2004. Mantan Menteri Koordinator Politik dan Keamanan serta Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat pada Kabinet Gotong Royong itu mendapat 60,62 persen suara, sementara Megawati Soekarnoputri 39,38 persen suara dalam pemilihan presiden tahap kedua.


Cabut Mandat
Unjuk rasa dimulai dari Bundaran Hotel Indonesia sekitar pukul 11.00, dimeriahkan sejumlah aktivis, kesenian rakyat, seperti barongsai dan musik dangdut. Dari Bundaran HI, pengunjuk rasa bergerak melewati kawasan Thamrin, Sudirman, Medan Merdeka Barat, menuju Istana Merdeka di Jalan Medan Merdeka Utara.


Pengunjuk rasa meminta agar mandat rakyat kepada Presiden Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla dicabut. Menurut pengunjuk rasa masa kepemimpinan Yudhoyono-Kalla yang sudah mencapai 2,5 tahun merupakan waktu yang cukup untuk memperbaiki nasib rakyat. Namun kenyataannya, rakyat masih harus hidup dalam kemiskinan. Aset bangsa, sumber daya alam, masih dikuasakan kepada pihak asing. Akibatnya, kekayaan alam yang melimpah belum memberikan kontribusi bagi kesejahteraan rakyat.


Hariman Siregar menyatakan aksi tersebut untuk menunjukkan sikap rakyat atas kepemimpinan Yudhoyono-Kalla yang tidak amanah dengan mandat yang diberikan. Para aktivis akan menunggu pascapawai tersebut, apakah ada perbaikan yang dilakukan pemerintah terhadap nasib rakyat. Jika tidak, massa siap turun ke jalan lagi untuk memperjuangkan nasib rakyat.


Aksi itu memunculkan banyak tanggapan, sebagaimana dilaporkan Kompas (16/1/2007). Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mengatakan, aksi itu wajar dalam perspektif demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar ekspresi itu tidak berlebihan, seperti mengarah pada impeachment. Din mengatakan, jika dilakukan tanpa alasan konstitusional kuat, impeachment akan menjadi preseden buruk bagi pembangunan demokrasi Indonesia.


Sosiolog Kastorius Sinaga berpendapat Presiden harus mendengar pesan yang disampaikan pengunjuk rasa. "Memang permintaan cabut mandat itu inkonstitusional, tapi dalam politik yang tidak konstitusional itu bisa menjadi konstitusional jika gerakan kekecewaan itu bertambah besar," ucapnya.


Ketua Litbang Partai Amanat Nasional Sayuti Asyathri mengatakan, Presiden harus punya keberanian bertindak lebih konkret. Mantan Ketua DPR Akbar Tandjung menilai langkah politik pencabutan mandat itu tidak akan bisa berhasil.
Bagi bekas aktivis mahasiswa Fadjroel Rachman, aksi cabut mandat kurang mendapat sambutan karena pengunjuk rasa bukan representasi kekuatan politik demokrasi alternatif; isu yang diusung tidak orisinal dan terlalu dekat dengan isu jenderal-jenderal Orde Baru, serta adanya kelelahan politik di masyarakat terhadap elite politik.


Presiden Bantah Hanya Berwacana
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat mengawali sambutan sebelum melakukan panen raya dan menanam padi hibrida di Desa Pulubula, Kota Gorontalo, Senin (15/1/2007) menegaskan, pemerintahannya tidak hanya berwacana, apalagi sekadar beretorika. Presiden menegaskan, pemerintah justru telah membuktikan komitmennya bagi peningkatan taraf hidup rakyat Indonesia.


Menurutt Presiden SBY, pemerintah juga sangat bertanggung jawab dan melakukan langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui peningkatan ketahanan pangan dan produktivitas pertanian serta sejumlah langkah lainnya yang konkret. "Jadi, bukan sekadar berwacana, apalagi retorika," ujar Presiden Yudhoyono yang kemudian bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono, Menteri Pertanian Anton Apriyantono, Mendagri M Ma'ruf, serta Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad, terjun langsung ke sawah tanpa alas kaki untuk menanam bibit padi hibrida. Presiden SBY menancapkan bibit tersebut satu per satu ke sawah. Penanaman padi ini berlangsung di Desa Pulubala, Gorontalo, sebagai bagian dari kunjungan kerjanya ke Gorontalo untuk mencanangkan program 2 juta ton beras.


Sebagai contoh, kata Presiden dalam sambutannya, pemerintah telah memberikan bantuan kepada petani untuk mengatasi hama dan pemberian bibit hingga lahan. Bahkan, pemerintah juga memikirkan dan melindungi petani jika harga beras sedang anjlok serta hal lainnya.


Presiden menyebut pemerintah juga telah berhasil memperjuangkan dalam forum perdagangan dunia (WTO) sehingga empat komoditas pertanian, yaitu beras, jagung, kedelai, dan tebu, sebagai produk khusus yang dilindungi untuk kepentingan petani kita. ►e-ti

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia


Saturday, 6 June 2009

SEBUAH RENUNGAN : "Mimpi Tanpa Disadari Bisa Menjadi Kenyataan"




TAK KUSANGKA KEMARIN 6 JUNI 2009

HARI LAHIR Ir. Sukarno ke-108


Topik: SEBUAH RENUNGAN


Topik: Sebuah Renungan : Peran Amerika di Indonesia

Amerika atau disebut Sekutu merupakan salah satu negara yang menjadi pemenang dalam PD II. Keterlibatan AS dalam sekutu dikarenakan Jepang menyerang pangkalan mereka di Filipina. Sehingga AS bergabung dalam sekutu berperang melawan Jepang, Jerman dan Itali. Pada akhir pertempuran AS berhasil mengalahkan JIJ (Jerman Itali Jepang).
Hindia Belanda pada saat PD II termasuk dalam Blok Sekutu di bawah pemerintahan Kerajaan Belanda. Orang-orang Hindia Belanda sendiri sudah sejak 1928 tidak ingin disebut sebagai anak Hindia Belanda. Mereka sudah membuat konggres pemuda yang menghasilkan SUMPAH PEMUDA, yaitu berbangsa Indonesia, bertanah air Indonesia dan berbahasa Indonesia.
Orang Indonesia ini pada PD II sudah mulai melawan Kerajaan Belanda dengan di bantu oleh Jepang. Jepang datang ke Indonesia tidak ingin menjajah namun ingin menyatukan ASIA. Sehingga Indonesia yang masih di bawah pemerintahan Belanda hanya menjadi penonton perebutan kekuasaan oleh Jepang di Indonesia dari tangan Belanda. Hingga akhirnya Belanda dapat diusir pergi dan jepang menjadi penguasa di Indonesia.
Pada saat kekuasaan tanah air Indonesia oleh kekaisaran Jepang, istilah Indonesia menjadi istilah baku dalam menyebut wilayah Hindia Belanda. Hingga saat jepang kalah perang dalam PD II sekutu datang ke Indonesia.
Sebelum Jepang menyerah, rakyat Indonesia di bawah komando Ir. Soekarno memproklamasikan berdirinya negara Indonesia yang merdeka.
Dengan demikian kekuasaan tanah air Indonesia ada di tangan orang Indonesia yaitu tangan bangsa sendiri. Kedatangan Sekutu/AS ke Indonesia dengan maksud membawa tawanan Jepang dan persenjataannya di boncengi tentara Belanda. Sehingga terjadi pertempuran antara orang-orang Indonesia dan tentara Belanda.
Pada era ini orang-orang Indonesia banyak dirugikan, karena wilayah Indonesia menjadi terpecah-pecah akibat campur tangan sekutu dalam menyelesaikan serangan tentara belanda di negara Indonesia yang sudah merdeka.
Dari perjanjian Linggajati, Roem Royen, Renville, hingga KMB tidak hanya wilayah Indonesia yang terpecah namun orang-orang bermusuhan satu sama lain.
Orang-orang Indonesia seperti tidak mengenal penjajahan, sehingga mereka hanya dipermainkan dalam politik dunia yang juga mendapatkan kekuasaan karena menang perang.
Mereka mendirikan PBB untuk memberikan tekanan kepada negara-negara yang kalah perang. Sehingga negara Indonesia yang ikut andil mengusir sekutu Amerika Serikat di Indonesia dengan proklamasinya menyebabkan tertekan. Bangsa Indonesia tertekan dengan PBB yang bisa menjatuhkan hukuman, atau tidak mengakui Indonesia sebagai negara.
Perjuangan orang-orang Indonesia terpecah, dalam kelompok mempertahankan RI atau melawan pemerintah RI. Bentuk perlawanan kepada RI akhirnya tidak selalu dilakukan dalam pemberontakan namun juga dilakukan dalam politik sehingga tidak banyak mengakibatkan pertumpahan darah diantara bangsa sendiri. RIS hanya bertahan beberapa bulan, hingga akhirnya para pejuang kemerdekaan menyadari kemerdekaan yang mereka proklamasikan bukan untuk terpecah-pecah dalam negara-negara kecil. Kembalilah mereka menjadi RI dengan bentuk-bentuk pemerintahan yang masih dalam tahap pemilihan, parlementer dan presidensial.
Pada akhirnya RI menyatakan sebagai RI dengan sistem demokrasi terpimpin.
AS/Sekutu memiliki pengaruh dalam keberlanjutan bangsa Indonesia. Pada era ini ideologi negara berada pada 2 pilihan komunis atau kapitalis. Dua negara adidaya Rusia dan Amerika menjadi motor penggerak kedua ideologi tersebut.
Pejuang kemerdekaan Indonesia adalah keturunan dari para pahlawan, yang telah berjuang mengusir penjajahan Belanda. Mereka memiliki darah pejuang Islam yang membela keberadaan khilafah-khilafah islam saat belanda pertama kali menjajah Indonesia. Kemudian diteruskan dengan perjuangan para pejuang untuk menjadikan agama islam tetap eksis dan menjadi agama di masa penjajahan Belanda dan Jepang.
Mereka kemudian menyatakan memilih untuk menggunakan keyakinan agamanya yaitu islam untuk mengatur negara bukan menggunakan ideologi komunis ataupun kapitalis.
Perjuangan mereka ditentang oleh orang Indonesia sendiri, sehingga mereka menjalin kerjasama dengan negara lain.
Di saat ideologi komunis mulai diakui sebagai ideologi yang sah, para pejuang muslim menjadikan AS sebagai teman untuk membantu melawan komunis indonesia yang juga berteman dengan Rusia.
Pertempuran ideologi islam dan komunis semakin memuncak dengan pendirian negara islam DI/TII, PRRI, dan PERMESTA.
Para pejuang ini bisa jadi menjadi tidak simpati lagi dengan AS karena mengecewakan perjuangan mereka. Dan mereka kemudian banyak yang kembali ke RI.
Pada akhirnya komunis Indonesia yang kemudian menggunakan tangan Rusia dan China untuk merebut kekuasaan RI. Mereka menggunakan massa rakyat untuk berontak. Mereka tidak jelas mendeklarasikan negara komunis, namun mereka menggunakan media politik partai komunis.
Keterlibatan AS sebagai negara yang menjadi teman bagi pejuang agama islam dan sebagai negara yang memusuhi ideologi komunis.
Peran ganda AS seperti ini sebagai dalang dari 2 kubu wayang. AS menjadi ppenentu kemenangan pada kubu yang dia kehendaki dengan cara-cara yang dia mainkan.
Rakyat Indonesia harus lebih berhati-hati dengan tawaran AS yang ingin membantu komunitas muslim di negara muslim. Tawaran yang dilontarkan setelah melakukan serangan udara di Afganistan dengan korban nyawa yang banyak.
Dalang permainan hanya bisa dirubah dengan dalang yang lain. Jika tidak maka sekalipun Pandawa akan dibuat sengsara tanpa ada kemenangan di Baratayudha pada permainannya.
Jadi kita ini bukan wayang, namun manusia yang menjadi dalang bagi individu, masyarakat dan negara.
Akan dibuat seperti apa masyarakat dan negara tergantung manusianya. Istilah populernya masyarakat dan negara tidak akan berubah jika masyarakat dan negara itu sendiri yang merubahnya.
Sehingga jika memang manusia Indonesia tidak memiliki lagi loyalitas kepada pemimpin yang satu, harus segera menunjuk penggantinya. Sebab perbedaan kepemimpinan ini yang akan menyebabkan permusuhan. Kearifan memandang pentingnya pemimpin ini harus menjadi tolak ukur bagi masyarakat dan negara Indonesia kedepan.
Belajar dari dekrit Presiden 5 Juli 1959 yang kemudian berdiri demokrasi terpimpin, mengakibatkan RI menjadi ada di banyak matahari. Kabinet hampir tiap tahun ganti, dengan ideologi yang berganti-ganti.
Indonesia sekarang 38 partai 6 partai lokal menjadi 44 partai, atau 44 matahari formal. Namun masih ada matahari lain diluar yang diijinkan.
Pelanggaran batas wilayah oleh tentara Malaysia, dan sejarah Malaysia dengan AS harus tidak boleh melenakan RI sekarang.
Semua dalam kerangka persatuan, namun jangan karena persatuan hak hidup agama dibatasi. Indonesia sudah lepas dari komunis, sehingga tidak ada salahnya meninjau Indonesia sebagai negara agama. Dan menciptakan komunitas islam bersama negara-negara di dunia yang memiliki aturan negara yang sama yaitu aturan negara dengan menggunakan agama islam.
Di dunia saat ini bukan bebas peperangan, padahal pada saat Indonesia masih dalam peperangan banyak negara-negara Islam juga mengalaminya. Bahkan sampai sekarang masih mengalaminya, namun Indonesia yang sudah merdeka tidak memiliki otoritas untuk membela namun hanya sebagai anggota DK PBB.
Apa peran Dk PBB di Indonesia tidak bisa dilihat merugikan Indonesia? Timur-Timur, Sipadan dan Ligitan adalah produk dari DK PBB. Apa makna kemerdekaan Indonesia bertujuan menciptakan ketertiban dunia, apa makna Indonesia yang pernah keluar dari PBB. Dan apa makna Indonesia yang tidak punya suara di PBB.
Kepemimpinan DK PBB adalah memihak, dan kita sudah merasakan sejak perjanjian Linggajati sampai lepasnya pulau Sipadan dan Ligitan.
AS tidak benar dengan sendiri sebagai bangsa menyerang Afganistan. AS berulangkali memulai perang. Indonesia dijadikan DK PBB tetapi tidak bisa melucuti AS.
AS berperang untuk kepentingan AS, tidak ada kepentingan PBB. PBB hanya kumpulan wakil negara-negara yang setuju pada AS.
AS memveto penolakan perang melawan Iraq, Indonesia dan negara peserta PBB tidak berani melawan satu suara AS.
Indonesia butuh kemerdekaan untuk berdaulat, untuk berpikir, untuk bertindak, dan untuk memilih. Indonesia butuh merealisasikannya, bukan hanya membicarakannya yang akhirnya kandas ditangan PBB atau AS.
Indonesia butuh orang yang menggerakkan bantuan untuk Palestina beberapa waktu lalu, yang berani berdaulat melakukan pembelaan kepada Palestina sebagai negara Merdeka yang diserang oleh Israel. Indonesia tidak membutuhkan pembohong, yang hanya menipu rakyat Indonesia, membuat berita gembira dan kenyataannya menyengsarakan. Membuat berita utang luar negeri Indonesia sudah lunas, kenyataannya utang luar negeri bertambah.
Indonesia tidak tergantung MPR, reformasi 1998 membuktikan kekuatan rakyat yang menggerakkan DPR/MPR setuju pergantian Presiden. Saat ini setelah reformasi DPR/MPR jangan menunggu dibunuh satu persatu sebagai gantinya demonstrasi, jangan menunggu rakyat satu persatu meninggal dalam demonstrasi, jangan menunggu dipaksa.
Pilihannya DPR/MPR menyuarakan suara rakyat untuk mengganti presiden yang telah berbohong kepada rakyat atau menjadi tumbal perubahan selanjutnya.
Reformasi telah menumbalkan rakyat dan tidak ada tumbal anggota DPR/MPR, saat ini jalan demonstrasi tidak efektif untuk pergerakan dan perubahan. Jalan efektif untuk perubahan dan pergerakan adalah meminimalisasikan korban demonstran dijalan digantikan sedikit korban di senayan. Untuk menjadikan anggota DPR/MPR bersuara menyuarakan rakyat. Dengan pembubaran DPR/MPR maka tidak akan ada yang mati.
Toleransi antar umat beragama diganti dengan toleransi beragama.
Setiap orang yang beragama akan diberikan toleransi untuk menjalankan agamanya.
Jalan mematikan DPR/MPR itu adalah rakyat hanya menggunakan agamanya dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat. Tidak bersedia terikat dengan produk-produk DPR/MPR.
1. Semua bentuk UUD, UU, Perpu, PP, Perda, dinyatakan tidak berlaku
2. Tidak ada hukum yang berlaku dari hasil DPR/MPR sejak mulai berdiri hingga yang sekarang
3. Rakyat hidup dalam aturan agamanya.
4. Rakyat memilih sendiri pemimpin mereka dalam menjalankan agamanya sesuai tempat tinggalnya masing-masing. Dan dibolehkan saling terkait dengan daerah lain dalam wilayah Indonesia.
5. Peselisihan yang terjadi diselesaikan di pimpinan masing-masing dengan cara musyawarah dan keadilan
6. Semua rakyat yang tidak memiliki pemimpin memimpin dirinya sendiri untuk taat beragama
7. Pelanggaran aturan agama diselesaikan ditempat dengan hukum agama oleh hakim agama setempat.
8. Usaha yang sesuai agamanya terus dijalankan
9. Usaha yang melanggar agamanya ditindak sesuai agamanya oleh pemimpin agama didaerah tersebut, jika menyangkut dua agama atau lebih diselesaikan dengan musyawarah antar pemimpin agama.
10. SEBUAH RENUNGAN UNTUK INDONESIA SEJAHTERA tidak berideologi tetapi beragama

ORIFLAME UNIVERSITY

Blog Archive

ALAMAT IP KAMU

streetdirectory.co.id

Muthofar Hadi Sponsor Umroh/Haji

PT Armina Reka Perdana adalah salah satu agen perjalanan Haji/Umrah di Indonesia yang sudah berdiri sejak 1990. Ikuti jamaahnya dan dapatkan kuotanya, Bergabung Klik di sini.