Thursday, 26 November 2009

Oknum Pengangguran VS Oknum Pekerja



 Miskin adalah kondisi dimana kebutuhan primer sehari-hari tidak tercukupi. Orang miskin adalah orang yang kebutuhan primer sehari-harinya tidak dapat tercukupi, dimana kebutuhan primer seorang manusia dalam satu hari makan minimal 3 kali, memiliki rumah, dan memiliki pakaian. Manusia yang merasakan kesulitan dalam mencukupi kebutuhan dasar setiap harinya tersebut disebut orang miskin.
Kemiskinan adalah karakter yang sudah melekat pada diri orang miskin, karena hampir setiap hari tidak dapat memenuhi kebutuhan primernya. Kemiskinan bisa dalam waktu setahun atau lebih. Sehingga perlu adanya peran serta pemerintah untuk menanggulanginya. Kemiskinan yang masih dalam waktu kurang dari 1 tahun, juga membutuhkan bantuan baik dari keluarga besarnya, tetangganya ataupun pemerintah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan dasarnya setiap hari.

Sebuah data menyebutkan bahwa jumlah pekerja lebih sedikit dari jumlah pengangguran, di Daerah Bantul ada kepala keluarga pada tahun 2006 dalam sebuah kecamatan terdapat jumlah pengangguran 1481 orang, buruh tani 715 orang, buruh bangunan 1045 orang, buruh nelayan 15 orang, 160 orang warung/bakulan,212 orang petani, 155 orang pengusaha becak/ojek, pekerjaan lainnya 195 orang.

Pengangguran adalah manusia yang tidak bekerja dan tidak memiliki usaha sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengangguran berbeda dengan penjahat, karena penjahat adalah manusia yang melakukan pekerjaan jahat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pengangguran dan penjahat bukan pekerja, karena pekerja adalah manusia yang melakukan pekerjaan halal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kemiskinan manusia di dasari oleh pemenuhan kebutuhan kebutuhan dasar/primer manusia, dan penyebabnya adalah tidak memiliki pekerjaan yang menghasilkan uang untuk dibelanjakan.


Program pengentasan kemiskinan adalah program nasional, namun banyak informasi di media baik cetak maupun elektronik ataupun online yang membahas tentang kejahatan. Dan kemiskinan dikategorikan sebagai penyebab kejahatan, dengan asumsi bahwa orang yang miskin berbuat jahat untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Dengan asumsi itu pengangguran menjadi penyebab pula akan tindak kejahatan.

Dan ketimpangan status penjahat ini mendasari penegakan hukum di Indonesia untuk direformasi, sehingga terbentuk MK. Kejahatan yang dilakukan oleh  oknum pengangguran untuk kebutuhan dasarnya disidang dan diadili dipengadilan, sedangkan kejahatan oleh seorang oknum pekerja dibiarkan, karena akan menyebabkan citra pekerja menjadi jelek. Siapa yang akan tidak setuju pengangguran tidak jelek? tentu seorang pekerja dengan rendah diri mengatakan mereka sedang menganggur didepan pengangguran, dan akan mengatakan bekerja dengan baik didepan atasan.

Kejanggalan perilaku sosial ini disebabkan oleh Pancasila. Pancasila dijadikan rujukan hukum, padahal Pancasila hanya berisi 5 sila, sehingga berbondong-bondong para sarjana hukum menerjemahkan hukum berdasarkan Pancasila. Hukum itu kemudian menjadi kitab hukum untuk menjadi pedoman dalam kasus hukum di Indonesia.

Maraknya Mafia Peradilan tidak begitu saja terjadi setelah terjadi kejahatan. Mafia peradilan adalah sebuah sekenario kejahatan untuk mendapatkan kebutuhannya. Sekenario menjadikan seseorang terjebak untuk berbuat jahat, masuk perangkap orang jahat, dimintai keterangan sebagai penjahat, diadili dengan saksi seorang penjahat, sampai diputuskan bersalah atas tuntutan dari penjahat. Pancasila menjadikan manusia berkelompok untuk berbuat jahat, sehingga timbul mafia peradilan.

Arti kata mafia adalah kelompok penjahat, dari yang membuat sekenario kejahatan, mencari aktor kejahatan, memproses legal ataupun ilegal, sampai yang menuntut hukuman atau bahkan ada hakim yang juga penjahat.

Saya justru menghimbau kepada para pekerja untuk tidak memberikan pekerjaan jahat kepada pengangguran, ketulusan mereka bekerja bukan untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup namun hidup sebagai layaknya manusia seperti halnya kamu para pekerja.



Manusia Indonesia tidak lagi beragama, mereka tidak menjalankan syariat agama, bahkan menolak pelaksanaan syariat agama dengan berbagai alasan. Sudah saatnya manusia Indonesia kembali beragama, setuju dan melaksanakan penerapan syariat agama. Dalam agama akan banyak solusi yang konkret dalam pengangguran, kemiskinan, dan kejahatan. manusia Indonesia jangan lagi memisahkan hukum agama dari kehidupannya.


Sungguh Indonesia adalah negara yang menjadi warisan kita dari nenek moyang beragama, bukan dari nenek moyang tidak beragama. Salam.

Saturday, 31 October 2009

Reposting : "Walhi: Jakarta Macet Total 2011"

Walhi: 

Jakarta Macet Total 2011

 
 

Jakarta (ANTARA) - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) memperkirakan kemacetan total di Jakarta akan terjadi pada 2011.
"Kalau mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso memperkirakan 2014 Jakarta macet total. Saya rasa kemacetan total akan lebih cepat jadi 2011," kata Ketua Komisi Organisasi Dewan Nasional Walhi, Ririn Sefsani, dalam diskusi "Green Car" mobilmotor Forum 2009 di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan, prediksi sebelumnya ruas jalan di Jakarta sudah tidak mampu menampung jumlah kendaraan tahun 2014, sehingga terjadi kemacetan total.
Namun, dengan semakin cepatnya pertumbuhan penjualan kendaraan bermotor sejak 2007 di Jabodetabek, diperkirakan kemacetan total di Jakarta semakin cepat terjadi.
Dengan demikian, tambahnya, Jakarta pada saat itu akan menjadi kota yang tidak layak huni, dengan tingkat polusi yang sangat tinggi.
Langkah yang harus diambil di sektor transportasi, menurut Ririn, yakni komitmen industri otomotif terhadap pengembangan transportasi publik yang ramah lingkungan.
"Produsen harusnya menciptakan transportasi massal yang ramah lingkungan. Bukan lagi memikirkan mobil ramah lingkungan pribadi," ujar dia.
Selain itu, ia menabahkan perlunya pemerintah konsisten melaksanakan kebijakan pengembangan mobil ramah lingkungan.
"Jangan sampai itu hanya menjadi slogan saja. Di sini perilaku masyarakat pun patut dipertanyakan," tegas Ririn.
Beberapa kebijakan yang harus konsisten dijalankan yakni Perda DKI Nomor 2 Tahun 2005 tentang pengendalian pencemaran udara.
Ia menyarankan perbaikan dan pengelolaan transportasi publik menjadi pilihan terbaik.

Sunday, 18 October 2009

Pin “Nabi Muhammad” Beredar Bersamaan Pin Ali Bin Abi Thalib dan Abu Fadhl Abbas

reposting from okepress


MAKASSAR — Bros atau pin bergambar Rasulullah Muhammad saw yang memancing keresahan umat Islam beredar di kota Makassar. Pin itu berbentuk bundar dengan diameter sekira 5 Centimeter. Warna dasar pin itu hijau muda. Pada pin itu, wajah Muhammad saw dilukiskan begitu tampan dan mempesona. Digambarkan Muhammad berhidung mancung sempurna.
Bergigi rata, dengan bibir sempurna, tidak tipis maupun tebal. Alisnya terlihat tebal rapi, nyaris meruncing hingga ujung kening. Matanya juga digambarkan sempurna, dengan bola mata berwarna cokelat.
Kepalanya tertutup dengan sorban putih bergaris-garis hijau. Di sebelah telinga kanan terlihat gulungan sorban yang menyerupai kembang. Gambar hanya tampak sampai leher saja. Di bawah gambar, ada tulisan arab berbunyi Muhammad Rasulullah Sallallahu Alaihi wa Alihi Wassalam.
Tulisan Muhammad Rasulullah berhuruf besar. Hampir sepuluh kali lebih besar dibandingkan tulisan Sallallahu Alaihi Wa Alihi wa Sallam (cara penyebutan penganut Syiah terhadap Rasulullah saw). Wajah yang disebutkan bros itu sebagai wajah Muhammad saw terlihat utuh, bersih, dan sangat terang.
Gambar ini diketahui beredar setelah ditemukan salah seorang pengurus Forum Komunikasi Muslimah “One-One”. Ia mengaku bernama Hdy. Saat ditemui di rumah rekannya, Jalan Mapala Makassar, Selasa, 13 Oktober, Hdy mengaku pin tersebut diperolehnya bukan secara kebetulan. Bros itu dibeli Hdy seharga Rp 20.000 dari seorang rekan bisnisnya bernama Mar. Mar diketahui tinggal di Jalan Andi Tonro, Makassar.
Hdy menceritakan awal pertemanannya dengan Mar berlangsung sejak September lalu. Keduanya berkenalan gara-gara bisnis jilbab. Hdy mengisahkan, ketika itu dirinya kaget saat pertama kali diperlihatkan gambar yang disebut Mar adalah Muhammad saw. Bukan dalam bentuk pin, tapi stiker dengan ukuran yang sama.
Hdy mengisahkan, ketika itu Mar mengaku bahwa gambar yang ada pada pin yang beredar sekarang, adalah Nabi Muhammad saw saat berusia 17 tahun. Konon, menurut Hdy, Mar juga menyimpan foto yang diakuinya sebagai foto Muhammad saw ukuran 10 R. Kata Mar, foto itu adalah Muhammad saw saat berusia 25 tahun.
“Saya tidak habis pikir kalau itu Nabi Muhammad saw, kenapa mirip perempuan ya? Saya penasaran makanya saya beli,” ujar Hdy. Ketika ditemui kemarin, Hdy ditemani beberapa temannya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Muslimah “One-One”.
Pembuat Pin bernama Mar Ternyata Seorang Muslimah
Rumah Mar di Jalan Andi Tonro, sangat sederhana. Warna temboknya sudah buram. Di bagian depan, ada kaca jendela yang dipenuhi tempelan gambar-gambar jilbab beraneka warna dan model. Sayangnya, ketika Fajar bertandang, Mar sedang tidak berada di rumah.
Dari seorang lelaki yang diketahui adalah suaminya, Mar sedang keluar untuk suatu urusan. Lelaki yang memberi kabar Mar sedang keluar itu hanya melongokkan kepala dari balik hijab berwarna campuran terang, yang menjadi pembatas ruangan tamu dengan ruangan dalam.
Di dalam ruang tamu itu, terlihat seorang bocah berambut pendek berumur sekira enam atau tujuh tahun. Bocah itu juga menyebutkan Mar sedang keluar. Namun, Mar disebutnya sebagai Ummi. “Ummi sedang keluar,” ucapnya.
Selain pin Muhammad saw, juga ada pin bergambar lelaki memakai sorban. Tampangnya cukup gagah. Di atasnya terdapat dua bulu ayam. Pelipis sebelah kanan di atas alis ke bawah terdapat percikan warna merah seperti darah. Di bagian atas gambar bertuliskan Assalamu Alaika yaa Qamar Bani Haasyim. Qamar Bani Hasyim adalah julukan Ali bin Abi Thalib — satu dari empat sahabat terbaik Rasulullah saw, yang dikenal dengan sebutan Khulafaaur Rasyidin.
Satu lagi, pin gambar lelaki dewasa. Di bawahnya tertulis Abu Fadhl Abbas. Gambarnya serupa dengan gambar yang ditulis sebagai Qamar Bani Hasyim. Yang membedakan adalah warna gulungan sorban yang dikenakan Abu Fadhl Abbas berwarna hijau, dan percikan merah seperti darah tepat di pelipis sebelah kiri. Di samping gambar ada tulisan arab Assalamu Alaeka yaa Abal Fadhl Abbas.
Ketua MUI Kota Makassar, AGH Muhammad Achmad Sewang saat dihubungi mengatakan sampai sekarang gambar-gambar seperti itu tidak diperbolehkan beredar. Sebab bagaimana bisa melukiskan Nabi Muhammad saw padahal saat ini belum ada pedoman tentang hal itu. Makanya, di dalam masjid hanya ada kaligrafi tulisan Muhammad saw. Tidak ada gambar hidup yang dipajang demi menghindari kemusyrikan agar tidak menjadi sesembahan. “Itu hanya gambar imajinasi, bukan wujud Nabi Muhammad saw yang sesungguhnya. Tidak ada untungnya menghabiskan energi mendiskusikan hal-hal seperti itu,” jelas AGH Muhammad Achmad Sewang.
Hal senada diungkapkan guru besar UIN Alauddin bidang pemikiran Islam, Prof Dr Abdul Rahim Yunus. Menurutnya, tidak pernah dibenarkan oleh ulama untuk membuat rekayasa gambar sosok Rasulullah saw. Sebab pasti tidak sama dengan aslinya. Kalau membuat sesuatu yang tidak benar terhadap Nabi Muhammad saw, itu dianggap penghinaan. (Fajaronline)

ORIFLAME UNIVERSITY

Blog Archive

ALAMAT IP KAMU

streetdirectory.co.id

Muthofar Hadi Sponsor Umroh/Haji

PT Armina Reka Perdana adalah salah satu agen perjalanan Haji/Umrah di Indonesia yang sudah berdiri sejak 1990. Ikuti jamaahnya dan dapatkan kuotanya, Bergabung Klik di sini.