| | |
Pidato Kemenangan Pilpres ASBarack Obama, Presiden Amerika Serikat terpilih dalam Pilpres 4 November 2008, menyampaikan pidato kemenangan di Grant Park, Chicago, Illinois, Rabu pagi WIB (5/11/2008). "Kemenangan ini bukanlah perubahan yang kita cari. Ini hanyalah kesempatan bagi kita untuk mewujudkan perubahan itu," katanya.
Barack Obama Mengukir Sejarah Amerika
Dalam serial TV yang menonjolkan upaya Amerika memerangi terorisme ini, Jack Bauer, sang jagoan dari CTU (Counter Terorism Unit) harus berjibaku dengan waktu yang terbatas (24 jam) untuk menggagalkan upaya teroris menyerang kota-kota di Amerika. Jack berulang kali harus melindungi presiden kulit hitam pertama yang memimpin Amerika, Presiden David Palmer, dari berbagai upaya pembunuhan. Dalam serial 24, Palmer digambarkan sebagai presiden yang berkarakter tenang, tidak gegabah mengambil keputusan, selalu menghindar dari cara-cara tidak terhormat dan karismatis.
Pada salah satu edisi tahun 2005, TIME memasukkan nama Obama pada daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia. New Statesman, sebuah media di Inggris, mendaftar Obama sebagai salah satu dari “sepuluh orang yang mampu mengubah dunia.” Pada edisi 23 Oktober 2006, TIME memasang wajah tersenyum Obama sebagai cover, dan memasang judul besar-besar, “Kenapa Barack Obama Bisa Jadi Presiden Selanjutnya” (Why Barack Obama Could be The Next President”), ditulis oleh salah satu jurnalis terkemuka, Joe Klein.
Otaknya yang cemerlang merubah nasib Obama Sr, dari seorang penggembala kambing dan pelayan di rumah keluarga berkebangsaan Inggris di Kenya, menjadi seorang mahasiswa berbeasiswa untuk kuliah di East-West Center di Universitas Hawaii di Manoa. Di sanalah Obama, Sr bertemu dengan Ann Dunham, teman seuniversitas yang kemudian dinikahinya. Sebelum menikah dengan Ann Dunhan, Obama, Sr telah menikahi wanita Kenya. Dari istrinya di Kenya itu, Obama, Sr mendapatkan tujuh orang anak.
Sementara pengaruh sang ibu cukup besar atas diri Obama. Menurut Newsweek (31 Maret 2008) ibunya menanamkan pada diri Obama “nilai-nilai tradisional barat tengah Amerika, yakni kejujuran, keadilan, dan bicara terus terang”. Sewaktu tinggal di Jakarta, sang ibu mendidik “supaya Obama menaruh hormat terhadap orang-orang Indonesia dan budaya mereka dan jangan sampai berpikir bahwa dia adalah superior (lebih unggul) daripada orang-orang Indonesia”.
Sebab sebagian kulit putih masih enggan menerima kulit hitam sebagai presiden dan juga kemungkinan taktik kotor lawan-lawan di balik kampanye.
|
Monday, 1 June 2009
Barack Husein Obama
Saturday, 30 May 2009
Makhluk-makhluk Unik Huni Gunung Api Dasar Laut
Gunung api aktif yang diberi nama NW Rota-1 di dasar laut sekitar Guam, sebuah pulau di bagian barat Samudera Pasifik, menjadi hunian makhluk-makhluk laut yang unik. Meski sering terjadi letusan, makin banyak yang datang menghuni kawasan tersebut.
Di antaranya udang, kepiting, siput, dan ketam. Beberapa di antaranya bahkan diperkirakan spesies baru. Pengamatan terakhir dilakukan menggunakan kapal robot bawah laut bernama Jason yang dikendalikan dari kapal riset R/V Thompson pada ekspedisi April lalu.
"Mereka mampu beradaptasi terhadap lingkungannya dan bertahan di lingkungan yang mengandung zat kimia beracun," ujar Bill Chadwick, seorang vulkanolog dari Oregon State University. Ia mengatakan kedatangan hewan-hewan laut karena banyak sumber makanan baru di sekitar bekas letusan.
Semburan gas hidrotermal dari perut gunung telah membawa material organik yang menjadi tempat hidup bakteri. Lapisan subur inilah yang menjadi daya tarik kehadiran makhluk-makhluk lainnya. Bahkan beberapa di antaranya menyesuaikan dengan lingkungan yang baru seperti sejenis udang yang memiliki pengait kecil untuk mengeruk bakteri dan jenis lainnya yang memiliki pengait besar untuk memangsa hewan lain yang berukuran lebih kecil.
Aktivitas gunung api bawah laut ini telah membentuk kerucut setinggi 40 meter dan selebar 300 meter. Para peneliti akan mempelajari hubungan munculnya gunung ini dengan terbentuknya komunitas makhluk hidup seiring aktivitas gunung tersebut.
"Seiring tumbuhnya kerucut tadi, kami telah melihat peningkatan populasi hewan yang hidup di sana," ujar Chadwick. Ia dan timnya telah melakukan pengamatan dua kali sebelumnya pada 2004 dan 2006.
Dengan mempelajari hal tersebut, mereka berharap dapat mengungkap proses pembentukan kehidupan di laut. Pnemuan Gunung api dasar laut tersebut merupakan yang terbesar, di laut Bengkulu, namun masih dipertanyakan kenapa tidak terdeteksi radar gunung berapi.
Thursday, 28 May 2009
101 PENUMPANG MENINGGAL DI HARKITNAS 101 TAHUN
Hercules Jatuh 101 Tewas 2 Balita Selamat * 2 Penumpang Lain Selamat Duduk di Dekat Ekor Pesawat * 3 Korban Masih Terjepit Badan Pesawat * Tak Ada Black Box di Hercules * Ibu Alm Mayor Kuntarto Mimpi Dikejar Bayangan Hitam
Jakarta (SIB)
Korban tewas jatuhnya Hercules di Magetan, Jawa Timur, sudah mencapai 101 orang. 99 Merupakan penumpang pesawat, sedangkan 2 lainnya adalah penduduk yang terkena badan pesawat ketika pesawat terjatuh.
“Terakhir yang saya terima 99 yang meninggal yang berada di pesawat dan 2 meninggal yang dari penduduk. Jadi kalau digabung 101,” ujar Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Angkatan Udara (AU), Marsma Bambang Sulistyo, ketika dihubungi Detikcom, Kamis (21/5).
Menurut Bambang, korban luka-luka berjumlah 15 orang yakni mencakup 13 penumpang dan 2 orang penduduk. Para korban yang menderita luka-luka tersebut dirawat di RS Lanud Iswahyudi, Magetan dan RS dr Soedono, Jl dr Soepomo, Madiun, Jawa Timur.
Bambang menambahkan, hampir seluruh jenazah sudah didistribusikan ke kediamannya masing-masing. Pendistribusian jenazah diperkirakan selesai Jumat (22/5).
“Sudah banyak. Besok sisanya akan (diterbangkan) ke Jakarta,” tutupnya.
Kondisi 2 Balita Membaik
Kondisi dua balita korban kecelakaan Hercules di Magetan, Jawa Timur yang menelan korban tewas 101 orang, Angga (2) dan Yeni (3) yang selamat sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Keduanya mengalami luka cukup parah di kepala dan dua kakinya.
Setelah pada Rabu 20 Mei kemarin sempat tidak sadar, saat ini kedua balita itu sudah menunjukkan respons aktif dari rangsangan yang diberikan dokter. Bahkan, Angga sudah bisa memanggil-manggil ibunya.
“Kami cukup senang dengan perkembangan kedua anak ini yang cukup signifikan,” kata Dokter Nur Hidajat, Spesialis Bedah Syaraf (SpBS), kepada detikcom di RS dr Soedono, Jl dr Sutomo, Madiun, Kamis (21/5).
Nur menjelaskan, tindakan medis yang dilakukan kepada dua balita itu saat ini adalah dalam tahap pemulihan. Luka pada bagian kepala sudah dijahit dan sudah ditangani.
“Namun, masih perlu pemantauan yang intensif dari kami,” tutur Hidajat.
Sementara itu, Yeni, kata Hidajat sudah bisa menggerak-gerakkan tangannya dan merengek. Tiap kali didekati perawat, balita asal Pontianak, Kalimantan Barat, tersebut sudah menunjukkan respons aktif.
“Anak itu juga sudah aktif,” pungkasnya.
2 Penumpang Hercules Selamat Duduk di Dekat Ekor Pesawat
Ada beberapa penumpang yang selamat dalam pesawat Hercules C 130 yang jatuh di Magetan, Rabu kemarin. 2 Penumpang di antaranya duduk di bagian dekat ekor pesawat.
“Posisi saya duduk di sebelah kanan, dekat ekor. Tapi saya tidak merasakan apa-apa tahu-tahu saya sudah di rumah sakit,” ujar salah satu penumpang pesawat Serma Rudi Iswanto (39).
Rudi menceritakan hal itu di RS Lanud Iswahyudi, Magetan, Jawa Timur, Jumat (21/5).
Anggota Kosek IV Biak Papua sejak 2 tahun lalu ini mengalami luka sobek di bagian kepala atas bagian kanan. Dirinya tak henti mengucap syukur karena masih diberikan kesempatan hidup.
“Kalau bagi pesawat ini memang musibah, tapi bagi saya, saya mengucapkan syukur Alhamdulillah dan ini anugerah karena saya masih selamat,” ucapnya.
Sedangkan survivor lainnya, anggota Satuan Radar 242 Biak Papua Prada Saputra mengatakan dirinya juga duduk di belakang pesawat itu.
“Belakang dekat ekor. Ya syukur Alhamdulilah saya masih selamat. Tapi saya juga berduka karena di pesawat itu banyak meninggal dunia,” katanya penuh syukur.
Tak Ada Black Box di Hercules
Black box selalu menjadi benda yang diburu jika ada pesawat yang mengalami kecelakaan. Tapi ada perkecualian jika yang celaka adalah pesawat militer macam Hercules yang jatuh di Magetan.
“Untuk pesawat militer perlu ditegaskan tidak ada black box,” kata Kapuspen TNI Marsekal
Madya Sagom Tamboen di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Kamis (22/5).
Sagom menjelaskan, black box berisi informasi penting data selama penerbangan termasuk percakapan pilot dengan awak pesawat maupun pangkalan. Hal ini menjadi berbahaya jika black box jatuh ke tangan musuh.
“Kalau misalnya black box ada, contohnya kita perang dan pesawat kita ditembak oleh musuh. Musuh akan dengan mudah mencari black box dan mengetahui isi black box itu,” terangnya.
Untuk mengetahui penyebab jatuhnya Hercules di Magetan, Sagom mengatakan TNI sudah membentuk tim panitia penyelidikan kecelakaan pesawat terbang (PPKPT) sejak tragedi itu terjadi. Mereka akan mengumpulkan bukti dan fakta dari berbagai sumber meskipun belum ada perkembangannya.
“Kita kumpulkan fakta-fakta di TKP mulai dari riwayat hidup pesawat, laporan dari orang-orang yang merawat memelihara dan mengoperasikan. Dan keterangan dari penduduk setempat,” jelasnya.
Seorang Bayi & Sepotong Tangan Ditemukan
Tim evakuasi TNI AD dan AU menemukan kembali korban jatuhnya Hercules di Magetan. Korban yang ditemukan yakni seorang balita. Lokasi penemuan balita itu tidak jauh dari ditemukannya jenazah Mayor Melvin.
Balita yang ditemukan tersebut belum diketahui jenis kelaminnya. Jenazah langsung dimasukkan ke dalam kantong berwarna kuning untuk diotopsi ke RS Lanud Iswahyudi, Magetan, Jawa Timur, Kamis (21/5).
Selain menemukan balita, menurut informasi dari petugas RS, tim evakuasi menemukan sebuah potongan tangan dalam keadaan terbakar. Potongan tangan itu kini masih berada di lokasi jatuhnya Hercules.
Sementara itu evakuasi korban Hercules masih terus dilakukan. Satu unit ambulans kembali disiagakan di TKP untuk mengangkut jenazah lainnya.
Tiga Korban Hercules Masih Terjepit Badan Pesawat
Tim gabungan TNI, Polri dan Basarnas hingga Kamis (21/5) siang ini masih melakukan evakuasi terhadap para penumpang pesawat Hercules yang jatuh di Magetan. Hingga siang ini masih terdapat tiga korban yang terjepit di badan pesawat.
“Masih ada tiga korban yang berada di dalam badan pesawat. Satu di antaranya terlihat setengah badan, namun tetap sulit dikeluarkan karena separoh badan bawah terjepit badan pesawat yang ringsek,” ujar Kelik H Purnomo dari Basarnas Jatim kepada wartawan di lokasi kecelakaan, Kamis (21/5) siang.
Untuk mengeluarkannya, tim evakuasi harus sedikit demi sedikit melakukan pemotongan plat dan pipa-pipa baja yang menghalangi pengambilan korban. Namun Kelik tidak bisa memastikan apakah evakuasi terhadap ketiga korban tersebut akan selesai hari ini.
“Kami akan mengupayakan semaksimal mungkin hari ini selesai, namum kami tidak bisa menjanjikan karena memang kondisi badan pesawat luluh lantak seperti itu,” tukasnya.
Sementara itu ribuan warga dari Magetan dan sekitarnya semakin siang semakin banyak yang memadati lokasi kecelakaan untuk sekadar dapat melihat secara langsung reruntuhan pesawat naas tersebut. Diperkirakan jumlah pengunjung akan semakin bertambah mengingat hari ini merupakan hari libur nasional.
1 Korban Hercules Ditemukan di Bagian Depan Pesawat
Satu lagi jenazah korban Hercules C 130 yang jatuh di Magetan ditemukan. Jenazah yang belum diketahui identitasnya ini ditemukan di puing pesawat bagian depan.
Pantauan detikcom, jenazah ditemukan di puing-puing pesawat bagian depan di lokasi Desa Geplak, Kecamatan Karas, Magetan, Jawa Timur, Kamis (21/5) sekitar pukul 10.40 WIB.
Jenazah itu terlihat penuh lumpur dan langsung dievakuasi ke ambulans menuju RS Lanud Iswahyudi.
Sementara melihat penemuan jenazah itu adik satu korban yang belum ditemukan Mayor Melvin, Dian, langsung berlari mengejar ambulans ke RS. Dian dan kakaknya Anton datang dari Jakarta untuk menemukan saudaranya itu.
Tampak istri Mayor Melvin, Desi Andriani, baru tiba di lokasi evakuasi. Desi yang mengenakan pakaian hitam tampak syok dan menangis tersedu.
Di lokasi sudah tampak 200-an anggota baik dari Polri, TNI AU dan TNI AD untuk evakuasi. Diduga masih ada lagi korban yang terjepit puing pesawat. Ratusan warga juga turut menyaksikan evakuasi dari jarak 100 meter yang dibatasi garis polisi. Cuaca di lokasi yang tadi mendung berangsur cerah.
Dicari, Keluarga Jenazah Bergigi Palsu
Tim disaster victim identification (DVI) Jawa Timur berhasil mengidentifikasi 1 jenazah perempuan korban Hercules C 130 jatuh. Jenazah itu mempunyai ciri-ciri berupa gigi palsu pada rahang atas.
“Kami dari tim DVI memeriksa jenazah seorang perempuan dewasa yang menggunakan gigi palsu,” ujar salah satu anggota tim DVI Kompol dr Heri Wijatnoko kepada wartawan di depan ruang jenazah RS Lanud Iswahyudi, Magetan, Jawa Timur, Kamis (21/5).
Menurut Heri, gigi palsu perempuan itu terletak di bagian depan kiri atas dan belakang. Pada gigi palsu itu terdapat kawat di bagian kanan dan kiri. Gigi itu dipasang tidak permanen.
Tim DVI Jawa Timur mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar dapat menghubungi tim DVI di nomor telepon/fax 0351-869705, HP 0351-7867835 dan UGD Lanud Iswahyudi di 0351-401134.
“Kami mohon kalau ada masyarakat yang kehilangan segera menghubungi nomor telepon atau faks ke tim kami. Kalau bisa membawa medical record-nya,” katanya.
Pantauan detikcom, tim DVI Jatim yang dibantu dari Tim DVI Jateng dan Mabes Polri terus bekerja mengidentifikasi para jenazah yang masih berada di ruang jenazah Lanud Iswahyudi. Saat ini masih 14 jenazah yang diidentifikasi.
Siap Dipulangkan, 44 Jenazah Disemayamkan di Lanud Iswahyudi
Puluhan jenazah korban kecelakaan pesawat Hercules di Magetan, Jawa Timur (Jatim) akan diterbangkan ke berbagai tujuan pagi ini. Jenazah tersebut saat ini disemayamkan di hanggar Lanud Iswahyudi.
44 jenazah disemayamkan di hanggar Skuadron 15 Lanud Iswahyudi sejak Rabu 20 Mei malam.
Peti jenazah yang berasal dari TNI diselimuti bendera merah putih. Sedangkan yang sipil diselimuti kain satin warna putih.
Hingga pukul 05.30 WIB, Kamis (21/5), terlihat kesibukan di hanggar tempat disemayamkannya 44 jenazah itu. Upacara militer pelepasan jenazah dijadwalkan pukul 06.00 WIB.
Menurut Marsekal Pertama Bambang Samudro, Danlanud Iswahyudi, 44 peti jenazah yang akan diterbangkan sesuai rute yang telah disiapkan, yakni ke arah Barat dan Timur.
Ke arah barat, yakni ke Pontianak dan Balikpapan. Sedangkan arah Timur, ke Malang, Makassar, Kendari, Palu, Rembiga (Lombok), dan Maluku.
Hujan Tangis Iringi Keberangkatan 13 Jenazah ke Indonesia Timur
Sebanyak 13 jenazah akan diberangkatkan ke Indonesia Timur untuk menuju peristirahatan terakhirnya. Dalam upacara pelepasan jenazah secara militer di Hanggar Skuadron 15 Lanud Iswahyudi, Magetan, Jawa Timur, itu, hujan tangis pecah dari keluarga korban.
Pantauan detikcom, Kamis (21/5), pelepasan jenazah langsung dipimpin Komandan Pangkalan Udara TNI Iswahyudi Marsma Bambang Samudro. Sebanyak 9 jenazah akan diberangkatkan ke Makassar, 1 jenazah ke Lombok, dan 2 jenazah ke Maluku.
Jenazah akan diberangkatkan dengan menumpang pesawat CN 235 bernomor registrasi A 2303. Keluarga turut menumpang di pesawat itu.
Hujan tangis juga pecah saat keluarga melihat peti jenazah keluarganya yang menjadi korban kecelakaan Hercules Jumat (20/5) pagi.
Suradijiono Mendadak Berangkat 5 Menit Sebelum Hercules Take Off
Takdir maut tidak bisa dihindari. Itulah yang dialami PNS TNI AL Surabaya Suradijiono Hadi Santoso (36). Bapak dua anak ini mendadak memutuskan berangkat 5 menit sebelum Hercules take off.
“Adik saya mendadak memutuskan untuk naik kurang lima menit dari take off pesawat,” ujar kakak kandung Suradijiono, Letkol Bambang Setio Legowo di TPU Blimbing, Malang, Kamis (21/5).
Suradijiono dimakamkan di samping makam orang tuanya yaitu Tugiman (65). Puluhan peziarah mengantar jenazah Suradijiono sampai ke liang lahat.
Isak tangis keluarga ikut mengiringi pemakaman almarhum yang baru menjalani Prajap di Bandung ini. Dalam pemakaman ini istri Suradijiono, Solikah (30), dan ibu kandung Suradijiono, Surati (70), tidak ikut mengantarkan. Hanya putra pertama korban M Soleh (5), ikut mengantar jenazah bersama Bambang.
Ibu Almarhum Mayor Teknik Kuntarto Sempat Mimpi Dikejar Bayangan Hitam
Sebelum anaknya tewas dalam tragedi pesawat Hercules C-130 di Magetan, Jawa Timur, Sri Trisnowati, ibu korban Mayor Teknik Kuntarto Suryo Nugroho (35) mengaku mendapatkan firasat. Dia sulit tidur dan bermimpi dikejar-kejar bayangan hitam.
“Tiga hari lalu saya mendapatkan firasat mas. Saya bermimpi kalau saya dikejar-kejar bayangan hitam tinggi terbang mengejar-ngejar saya. Sayapun tidak dapat tidur akibat mimpi itu. Tidak tahunya ternyata anak saya mengalami kecelakaan,” ungkap Trisnowati dengan nada sedih.
Hal itu disampaikan dia kepada detikcom di rumah duka di Desa Prembun, Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebuman, Jawa Tengah, Rabu (20/5).
Mayor Teknik Kuntarto merupakan salah satu korban meninggal jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Magetan, sekitat pukul 06.30 WIB. Saat itu, korban bersama rombongan berangkat dari Lanud Halim Perdana Kusuma yang rencananya pulang ke rumahnya di Madiun, Jawa Timur.
Mayor Teknik Kuntarto Suryo Nugroho merupakan lulusan Akabri Tahun 1996 dan bekerja di Mabes TNI-AU di Jakarta.
Korban meninggalkan seorang istri bernama Rina Emilisola dan dua orang anak bernama Erlanga Arvalin (7) dan Sarah Sabrina Nugroho (2) yang saat ini tinggal di Madiun.
Menurut S Saroso, ayah korban, keluarga mendapatkan kabar meninggalnya Kuntarto dari Christina (43), kakak korban yang tinggal di Kota Semarang. Kabar itu diterima Christina pukul 10.00 WIB, kemudian diteruskan ke keluarga di Kebumen. Jenazah Kuntarto akan dimakamkan Kamis 21 Mei siang.
Uang Rp 5 Juta & Beras 50 Kg untuk Korban Tewas Tertimpa Hercules
Dua keluarga korban meninggal karena rumahnya tertimpa pesawat Hercules C 130 diberi santunan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Masing-masing disantuni uang Rp 5 juta dan beras 50 Kg.
Pesawat Hercules sebelum kandas Kamis kemarin, pesawatnya sempat menghantam rumah dari Rusmin dan Sulasmin. Selain harus kehilangan rumah, Rusmin harus kehilangan istrinya Sumiati, sementara Sulasmin harus kehilangan putranya Arif.
Bantuan Pemprov diserahkan oleh Kabiro Kesra Pemprov Jatim Kiagus Firdaus di rumah kakak Rusmin, Sri, Desa Geplak, Kecamatan Karas, Magetan, Jawa Timur, Kamis (21/5).
Selain mendapatkan uang dan beras, keluarga juga mendapatkan santunan sembako lainnya.
“Bantuan ini dari Pemprov hanya untuk santunan korban meninggal yang seharusnya diserahkan langsung oleh Gubernur semalam. Namun karena sudah terlalu malam mengunjungi korban di RS baru hari ini diwakilkan,” ujar Kiagus.
Untuk kerusakan rumah warga, imbuh Kiagus, Pemprov Jatim belum memutuskan karena masih berkoordinasi dengan pihak TNI AU.
Sementara Rusmin berharap Pemprov dan TNI AU segera memperhatikan nasib rumahnya. “Kita warga berharap untuk rumah segera dapat diperbaiki untuk dapat dihuni oleh keluarga kembali,” ujar Rusmin. (detikcom/y)