Monday, 1 June 2009

Barack Husein Obama



Pidato Kemenangan Pilpres AS

Barack Obama, Presiden Amerika Serikat terpilih dalam Pilpres 4 November 2008, menyampaikan pidato kemenangan di Grant Park, Chicago, Illinois, Rabu pagi WIB (5/11/2008). "Kemenangan ini bukanlah perubahan yang kita cari. Ini hanyalah kesempatan bagi kita untuk mewujudkan perubahan itu," katanya.

Barack Obama

Mengukir Sejarah Amerika


Barack Obama mengukir sejarah Amerika. Mempunyai latar belakang yang menarik: ayahnya kulit hitam, ibu kulit putih, satu-satunya Afro-Amerika di Senat AS, dan terpilih menjadi presiden AS pertama keturunan Afrika dari Partai Demokrat dalam Pilpres 4 November 2008, mengalahkan John McCain Capres Partai Republik. Sewaktu kecil, Obama pernah tinggal dan sekolah di Indonesia.

Rasanya lebih mudah membayangkan Amerika memiliki seorang presiden kulit hitam setelah menyaksikan serial TV ‘24’ yang sempat menjadi hit di Amerika dan berbagai negara.

Dalam serial TV yang menonjolkan upaya Amerika memerangi terorisme ini, Jack Bauer, sang jagoan dari CTU (Counter Terorism Unit) harus berjibaku dengan waktu yang terbatas (24 jam) untuk menggagalkan upaya teroris menyerang kota-kota di Amerika. Jack berulang kali harus melindungi presiden kulit hitam pertama yang memimpin Amerika, Presiden David Palmer, dari berbagai upaya pembunuhan. Dalam serial 24, Palmer digambarkan sebagai presiden yang berkarakter tenang, tidak gegabah mengambil keputusan, selalu menghindar dari cara-cara tidak terhormat dan karismatis.


Penampilan Palmer di serial 24 cukup memukau sebab menonjolkan sosok Presiden Amerika Serikat yang patriotik dan nasionalis. Penonton pun berdecak kagum dengan karakter yang diperankan Palmer. Aktor yang memerankan Palmer, Dennis Haysbert bahkan mengklaim bahwa ia sudah meretas jalan bagi Barack Obama untuk menjadi orang nomor satu di AS. Ia mengatakan jutaan penggemar serial ini menjadi terbiasa dengan ide bahwa Amerika bisa memiliki seorang presiden berkulit hitam. Dan jika Obama bisa sampai ke Gedung Putih, sang aktor menyatakan bahwa serial 24 layak mendapat kredit.


Ide bahwa Amerika bisa memiliki seorang presiden berkulit hitam kelihatannya sudah dapat diterima oleh sebagian warga negara Amerika. Meski Obama termasuk orang baru dalam kancah politik Amerika Serikat, antusiasme masyarakat dan media Amerika atas Obama terbilang sangat besar.

Pada salah satu edisi tahun 2005, TIME memasukkan nama Obama pada daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia. New Statesman, sebuah media di Inggris, mendaftar Obama sebagai salah satu dari “sepuluh orang yang mampu mengubah dunia.” Pada edisi 23 Oktober 2006, TIME memasang wajah tersenyum Obama sebagai cover, dan memasang judul besar-besar, “Kenapa Barack Obama Bisa Jadi Presiden Selanjutnya” (Why Barack Obama Could be The Next President”), ditulis oleh salah satu jurnalis terkemuka, Joe Klein.


Sementara media-media lokal lainnya seperti Washington Post, pernah menerbitkan headline berjudul agak bombastik: “The Legend of Barack Obama” (Legenda Barack Obama). Obama juga mendapat perhatian dari majalah budaya seperti Rolling Stone dan The New Yorker. Pada edisi 2004, Rolling Stone memilih Obama sebagai salah satu People of the Year.
Latar belakang kehidupan Barack Obama benar-benar ‘ditelanjangi’ dan diekspos luas. Satu waktu mengulas tuntas kehidupan Obama dari kecil hingga sekarang, di waktu lain mengulas kehidupan dan pengaruh ibundanya pada diri Obama, termasuk kehidupan Obama saat tinggal di Indonesia.


Membaca perjalanan hidup Obama lewat tulisan-tulisan di berbagai media tersebut memang akan membuat kita mengenal sosok Obama. Pada kolom majalah US Weekly edisi 10 Maret 2008, sosok Obama digambarkan sebagai sosok yang sama dengan kita (like us), dalam kehidupan sehari harinya. Ia pun menjadi inspirasi bagi banyak orang, yang merasa terpinggirkan dan tak berdaya. Sebab Obama menapaki kehidupan getir ditinggal ayahnya (Barack Hussein Obama asal Kenya), yang punya tiga istri lain, selain ibu kandung Obama, Ann Dunham, perempuan kulit putih.


Meski demikian, hal-hal yang baik dari kedua orang tuanya mengalir dalam darah Obama. Obama mewarisi kecerdasan seorang ekonom bergelar Ph.D lulusan Universitas Harvard dari ayahnya, dan nilai-nilai empati dan pelayanan kepada orang lain seorang antropolog dari ibunya. Postur tubuh dan warna kulit Obama, bahkan rambutnya yang keriting, lebih mirip ayahnya ketimbang ibunya.

Dreams from My Father
Obama, Jr lahir di Honolulu, Hawaii pada 4 Agustus 1961, anak hasil perkawinan Barack Hussein Obama, Sr dan Ann Dunham. Obama, Sr adalah pria asal Alego, sebuah desa di Provinsi Nyanza, Kenya, Afrika. Sedangkan Ann lahir dan tumbuh dewasa di kota kecil Wichita, Kansas.

Otaknya yang cemerlang merubah nasib Obama Sr, dari seorang penggembala kambing dan pelayan di rumah keluarga berkebangsaan Inggris di Kenya, menjadi seorang mahasiswa berbeasiswa untuk kuliah di East-West Center di Universitas Hawaii di Manoa. Di sanalah Obama, Sr bertemu dengan Ann Dunham, teman seuniversitas yang kemudian dinikahinya. Sebelum menikah dengan Ann Dunhan, Obama, Sr telah menikahi wanita Kenya. Dari istrinya di Kenya itu, Obama, Sr mendapatkan tujuh orang anak.


Obama, Jr memang lahir saat kedua orangtuanya masih berstatus mahasiswa. Saat Obama berusia sekitar dua tahun, Obama Sr meninggalkan Ann Dunham dan Obama kecil, untuk meraih gelar Ph.D di bidang ekonomi di Harvard University. Mereka akhirnya bercerai. Ann Dunham lulus dan ia menjadi antropolog. Sedangkan Obama, Sr, setelah menyelesaikan pendidikannya, kembali ke Kenya, dan bekerja sebagai perencana ekonomi bagi pemerintah. Obama, Sr meninggal dunia dalam kecelakaan mobil pada 1982 - ketika itu Obama, Jr berusia 21 tahun.


Ann Dunham menikah lagi dengan mahasiswa asing lainnya dari Indonesia yang belajar di Universitas Hawaii, bernama Lolo Soetoro. Pernikahan Ann-Lolo dengan Ann dikaruniai seorang anak perempuan yang cantik bernama Maya Kassandra Soetoro - saat ini Maya (37 tahun) menjadi pengajar di Universitas Hawaii. Seusai studi, Lolo memboyong Ann dan Obama kecil pindah ke Jakarta. Di kota inilah Obama, Jr sempat mengenyam pendidikan dasar di Indonesia pada usia enam sampai 10 tahun.


Tentang awal masa kanak-kanaknya, dalam Dreams from My Father, Obama menulis, “Ayahku tidak terlihat seperti orang-orang di sekitarku. Dia hitam sepeti ter (aspal cair) dan ibuku putih seperti susu, hampir tak teringat di otakku”. Obama memang tak mengenal ayahnya secara dekat, tetapi mengingat petuahnya, “Jangan menangis dan tatap masa depan.” Air matanya mengalir ketika pesawat ayahnya lenyap di Samudra Pasifik saat terakhir kali menemui Obama di Hawaii tahun 1971.

Sementara pengaruh sang ibu cukup besar atas diri Obama. Menurut Newsweek (31 Maret 2008) ibunya menanamkan pada diri Obama “nilai-nilai tradisional barat tengah Amerika, yakni kejujuran, keadilan, dan bicara terus terang”. Sewaktu tinggal di Jakarta, sang ibu mendidik “supaya Obama menaruh hormat terhadap orang-orang Indonesia dan budaya mereka dan jangan sampai berpikir bahwa dia adalah superior (lebih unggul) daripada orang-orang Indonesia”.


Perkawinan Ann-Lolo tidak bertahan lama, hanya sekitar lima tahun. Pada 1974, Ann kembali ke Honolulu. Ayah tirinya, Lolo Soetoro – meninggal dunia pada 2 Maret 1993. Ann Dunham sendirl meninggal dunia karena kanker pada 1995, beberapa bulan setelah buku otobiografi Obama, Dreams from My Father diterbitkan.


Setelah sempat tinggal di Indonesia, Obama yang waktu itu berusia 10 tahun, memilih kembali ke Hawaii pada 1971, tinggal bersama kakek dan nenek dari keluarga ibunya, Madelyn Dunham. Pergulatan hidup dimulai karena hidup tanpa orangtua kandung, diiringi segregasi ras lingkungan di Punahou, Hawaii. Ibunya, Ann, pernah mendapatkan buku harian Obama yang mengisahkan, “Siapakah diri saya ini?”


Di tengah gejolak batin itu, Obama tetap berprestasi di sekolah. Di sana, Obama, Jr masuk kelas lima di Punahou School, sekolah elit untuk persiapan masuk ke perguruan tinggi di Honolulu. Obama menjadi salah satu siswa kulit hitam dari 7-8 orang siswa kulit hitam di sekolah itu. la bersekolah sampai tingkat 12 dan lulus pada 1979.


Pada masa remajanya itu, Obama pernah dilingkupi perasaan keta-kutan karena merasa tidak memiliki orang tua. Hal ini dapat dipahami karena orang tua Obama tidak tinggal bersama Obama. Ia pun sempat mengalami krisis identitas. Ia menghabiskan hari-harinya di lapangan basket bahkan sempat menggunakan marijuana dan mencoba kokain. Namun, belakangan, masa-masa sulit itu membuat Obama menjadi remaja yang kuat.


Setelah sekolah menengahnya selesai, Obama melanjutkan studinya di Occidental Col-lege California lalu dia pindah ke Universitas Columbia. Di universitas ini, ia kuliah di fakultas ilmu politik dengan jurusan hubungan inter-nasional. Setelah menyelesaikan Bachelors of Arts pada 1983, Obama bekerja selama setahun di perusahaan bisnis internasional. Pada 1985, Obama pindah ke Chicago untuk mengelola proyek nirlaba yang membantu gereja lokal menyusun program pelatihan kerja bagi penduduk yang tinggal di lingkungan miskin.


Sebagai community organizer di Calumet Community Religious Conference (CCRC), tugas Obama antara lain mendatangi rumah satu per satu guna mendata berbagai permasalahan warga. Mulai dari perkara selokan mampet, air ledeng cuma menetes, sampai bagaimana caranya mengatasi persoalan pelacuran. Tidak mudah, karena Obama lebih banyak ditolak daripada dipersilakan masuk rumah. Bahkan diusir dan dimaki-maki. Sejarah kemudian mencatat Obama sukses menambah jumlah organisasi antikenakalan remaja, membuat sistem manajemen sampah, memperbaiki jalan raya, membersihkan selokan dan menyusun keamanan mandiri. Harvard Law School pun menawari beasiswa kepada Obama.

Presiden Harvard Law Review
Obama kemudian melanjutkan studinya ke Universitas Harvard dan kuliah di fakultas hukum pada 1988. Pada Februari 1990, Obama dikenal secara nasional karena menjadi keturunan Afrika-Amerika pertama yang terpilih sebagai presiden Harvard Law Review - majalah yang berisi jurnal ilmiah ilmu hukum. Media memujinya, tetapi para mahasiswa kulit hitam lainnya mengkritiknya karena tidak memilih lebih banyak siswa kulit hitam lainnya pada posisi atas di majalahnya itu. Dia menyelesaikan program Juris Doctor pada 1991 dengan predikat magna cum laude.


Pengalamannya dibesarkan di berbagai tempat, bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang yang berbeda, membuat Obama merasa siap untuk masuk ke dunia politik. Obama percaya mampu mempersatukan orang-orang dari kelompok yang berbeda menjadi satu kesatuan warga Amerika. Obama merasa, masalah ini adalah tantangan yang dihadapi Amerika saat ini. Pada 1996, Obama terpilih menjadi senator di Negara Bagian Illinois, dari distrik 13, bagian sisi selatan Hyde Park. Pada Januari 2003, saat Partai Demokrat mendapatkan kendalinya kembali di majelis, Obama menjadi ketua komisi kesehatan dan pelayanan masyarakat.


Atas inisiatifnya di legislatif, Obama dibantu untuk menulis tentang Illinois: Earned Income Tax Credit yang memberikan manfaat kepada keluarga yang mempunyai pendapatan keluarga rendah, Obama juga bekerja untuk membuat undang--undang yang dapat membantu masyarakat yang tidak mampu mendapat asuransi kesehatan dan membantu meningkatkan biaya program pen-cegahan AIDS dan program lainnya yang juga membutuhkan perhatian.


Pada 2000, Obama gagal dalam pencalonannya yang pertama sebagai US House of Representatives (DPR) dari Partai Demokrat. Yang menang adalah Bobby Rush, seorang mantan anggota Black Panther, sebuah gerakan kaum kulit hitam untuk mempersenjatai kelompoknya dengan alasan mempertahankan diri. Rush menyerang Obama dengan pendapatnya yang mengatakan bahwa Obama belum berpengalaman di arena perwakilan rakyat, sehingga tidak tahu apa yang menjadi permasalahan di sana. Rush mendapatkan 61% suara dari pemilih, sedangkan Obama hanya 30% suara. Pada 2002, Obama mencalonkan diri lagi dan tidak mendapatkan rintangan yang berarti.

Presiden AS Kulit Hitam Pertama
Pada 2004, ia bertarung menjadi Senat AS dan menang. Hal ini tak lepas dari ketenaran yang diraihnya ketika menyampaikan pidato pada konvensi Partai Demokrat tahun 2004, mengantar John F Kerry sebagai nomine presiden Demokrat. Dengan pidato yang memuja kebesaran AS, tetapi mengingatkan negara yang kehilangan reputasi global, kekacauan di dalam negeri karena banyak kelompok terpinggirkan, Obama mendadak menjadi selebriti. Banyak yang mengundangnya sebagai pembicara. Dari seorang calon kulit hitam yang tidak dikenal, Obama menjadi Senator AS dengan kesediaan bekerja sama dengan siapa pun, termasuk Senator Republik. Dari sinilah ia memutuskan diri menjadi capres.


Keberhasilan Obama tidak lepas dari dukungan istrinya. Obama, Jr bertemu dengan Michelle Robinson, yang kemudian menjadi istrinya, ketika bekerja di firma hukum Sidley Austin LLP pada musim panas 1990. Michelle yang juga lulusan Harvard Law School adalah rekan pengacara di firma tersebut. Mereka menikah pada 1992 dan memiliki dua orang putri: Malia Ann (lahir 1999) dan Sasha (lahir 2001). Keluarga Obama pernah menjadi anggota Chicago’s Trinity United Church of Christ. Kehidupan dengan Michelle, putri seorang pegawai pengairan di Chicago, menutupi babak kegelisahan hidup Obama yang sempat terjerumus narkoba. Adalah pencarian identitas yang membuat Obama memilih tinggal di South Side Chicago.


Kini, sebuah pertanyaan besar menggantung dalam benak sebagian orang tatkala Barack Obama keluar sebagai pemenang perlombaan pencalonan presiden dari Demokrat awal Juni lalu. Pesaingnya, Hillary Rodham Clinton mengakui kekalahannya dan mengakhiri kampanye Sabtu (7/6) di Washington. Dia pun menyatakan dukungannya terhadap Barack Obama serta menyerukan persatuan bagi seluruh pendukung Partai Demokrat.


Mungkinkah Obama memenangkan persaingan kursi Presiden Amerika menghadapi John McCain dari Republik pada bulan November tahun ini dan mencatat sejarah warga kulit hitam pertama menjadi Presiden AS? Sebab banyak pendukung Obama waswas isu rasial warna kulit akan menghambatnya ke Gedung Putih.

Sebab sebagian kulit putih masih enggan menerima kulit hitam sebagai presiden dan juga kemungkinan taktik kotor lawan-lawan di balik kampanye.


Sebab jika melihat komposisi penduduk AS saat ini, sekitar 52% adalah kulit putih, 24% Afrika-Amerika, 14% Hispanics (keturunan Mexico dan Amerika Latin), 7% Asia (terutama Asia Tengah, Timur, dan Selatan), dan sisanya Arab, Timur Tengah, dan lain-lain. Maukah kulit putih dipimpin seorang Obama yang keturunan Kenya (Afrika)? Dalam sejarah politik AS, belum pernah ada seorang presiden yang tidak berkulit putih (kecuali dalam film). Hal lain, fanatisme kelompok berbasis agama dan ras juga masih sangat kuat di AS. Secara formal-struktural, rasisme memang sudah dihapus, tetapi secara kultural semangat antiras belum hilang di AS.


Meski demikian, bila Obama berhasil menjadi Presiden Amerika pertama berkulit hitam, harapan akan Amerika Serikat yang lebih terbuka, manusiawi, inklusif dan toleran, mungkin bisa terwujud. Kebesaran Amerika sebagai kampiun demokrasi dan pembela hak asasi pasti akan mendapat acungan jempol dari berbagai kalangan. ►Majalah Tokoh Indonesia Edisi 39/Mangatur L Paniroy (Time, Newsweek, CBSNews)






Nama:
Barack Hussein Obama Jr.
Lahir:
Honolulu, 8 April 1961
Keluarga:
Istri: Michelle (Menikah 1992), dua putri: Malia, Sasha.
Tempat tinggal:
Chicago, IL
Pendidikan:
- JD, Harvard Law School, 1991
- BA, Columbia University, 1983
- Attended, Occidental College
Pengalaman Politik:
- Senator, United States Senate, 2005-present
- Keynote Speaker, 2004 Democratic National Convention
- Senator, Illinois State Senate, 1996-2004
Situs Kampanye: BarackObama.com


Saturday, 30 May 2009

Makhluk-makhluk Unik Huni Gunung Api Dasar Laut


Dua spesies udang unik, salah satu diperkirakan spesies baru menghuni sekitar gunung api bawah laut di dekat Guam.

Minggu, 10 Mei 2009 | 21:38 WIB

Gunung api aktif yang diberi nama NW Rota-1 di dasar laut sekitar Guam, sebuah pulau di bagian barat Samudera Pasifik, menjadi hunian makhluk-makhluk laut yang unik. Meski sering terjadi letusan, makin banyak yang datang menghuni kawasan tersebut.

Di antaranya udang, kepiting, siput, dan ketam. Beberapa di antaranya bahkan diperkirakan spesies baru. Pengamatan terakhir dilakukan menggunakan kapal robot bawah laut bernama Jason yang dikendalikan dari kapal riset R/V Thompson pada ekspedisi April lalu.

"Mereka mampu beradaptasi terhadap lingkungannya dan bertahan di lingkungan yang mengandung zat kimia beracun," ujar Bill Chadwick, seorang vulkanolog dari Oregon State University. Ia mengatakan kedatangan hewan-hewan laut karena banyak sumber makanan baru di sekitar bekas letusan.

Semburan gas hidrotermal dari perut gunung telah membawa material organik yang menjadi tempat hidup bakteri. Lapisan subur inilah yang menjadi daya tarik kehadiran makhluk-makhluk lainnya. Bahkan beberapa di antaranya menyesuaikan dengan lingkungan yang baru seperti sejenis udang yang memiliki pengait kecil untuk mengeruk bakteri dan jenis lainnya yang memiliki pengait besar untuk memangsa hewan lain yang berukuran lebih kecil.

Aktivitas gunung api bawah laut ini telah membentuk kerucut setinggi 40 meter dan selebar 300 meter. Para peneliti akan mempelajari hubungan munculnya gunung ini dengan terbentuknya komunitas makhluk hidup seiring aktivitas gunung tersebut.

"Seiring tumbuhnya kerucut tadi, kami telah melihat peningkatan populasi hewan yang hidup di sana," ujar Chadwick. Ia dan timnya telah melakukan pengamatan dua kali sebelumnya pada 2004 dan 2006.

Dengan mempelajari hal tersebut, mereka berharap dapat mengungkap proses pembentukan kehidupan di laut. Pnemuan Gunung api dasar laut tersebut merupakan yang terbesar, di laut Bengkulu, namun masih dipertanyakan kenapa tidak terdeteksi radar gunung berapi.

Thursday, 28 May 2009

101 PENUMPANG MENINGGAL DI HARKITNAS 101 TAHUN

Hercules Jatuh 101 Tewas 2 Balita Selamat * 2 Penumpang Lain Selamat Duduk di Dekat Ekor Pesawat * 3 Korban Masih Terjepit Badan Pesawat * Tak Ada Black Box di Hercules * Ibu Alm Mayor Kuntarto Mimpi Dikejar Bayangan Hitam

Jakarta (SIB)
Korban tewas jatuhnya Hercules di Magetan, Jawa Timur, sudah mencapai 101 orang. 99 Merupakan penumpang pesawat, sedangkan 2 lainnya adalah penduduk yang terkena badan pesawat ketika pesawat terjatuh.


“Terakhir yang saya terima 99 yang meninggal yang berada di pesawat dan 2 meninggal yang dari penduduk. Jadi kalau digabung 101,” ujar Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Angkatan Udara (AU), Marsma Bambang Sulistyo, ketika dihubungi Detikcom, Kamis (21/5).


Menurut Bambang, korban luka-luka berjumlah 15 orang yakni mencakup 13 penumpang dan 2 orang penduduk. Para korban yang menderita luka-luka tersebut dirawat di RS Lanud Iswahyudi, Magetan dan RS dr Soedono, Jl dr Soepomo, Madiun, Jawa Timur.
Bambang menambahkan, hampir seluruh jenazah sudah didistribusikan ke kediamannya masing-masing. Pendistribusian jenazah diperkirakan selesai Jumat (22/5).


“Sudah banyak. Besok sisanya akan (diterbangkan) ke Jakarta,” tutupnya.


Kondisi 2 Balita Membaik
Kondisi dua balita korban kecelakaan Hercules di Magetan, Jawa Timur yang menelan korban tewas 101 orang, Angga (2) dan Yeni (3) yang selamat sudah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Keduanya mengalami luka cukup parah di kepala dan dua kakinya.
Setelah pada Rabu 20 Mei kemarin sempat tidak sadar, saat ini kedua balita itu sudah menunjukkan respons aktif dari rangsangan yang diberikan dokter. Bahkan, Angga sudah bisa memanggil-manggil ibunya.


“Kami cukup senang dengan perkembangan kedua anak ini yang cukup signifikan,” kata Dokter Nur Hidajat, Spesialis Bedah Syaraf (SpBS), kepada detikcom di RS dr Soedono, Jl dr Sutomo, Madiun, Kamis (21/5).


Nur menjelaskan, tindakan medis yang dilakukan kepada dua balita itu saat ini adalah dalam tahap pemulihan. Luka pada bagian kepala sudah dijahit dan sudah ditangani.


“Namun, masih perlu pemantauan yang intensif dari kami,” tutur Hidajat.


Sementara itu, Yeni, kata Hidajat sudah bisa menggerak-gerakkan tangannya dan merengek. Tiap kali didekati perawat, balita asal Pontianak, Kalimantan Barat, tersebut sudah menunjukkan respons aktif.


“Anak itu juga sudah aktif,” pungkasnya.


2 Penumpang Hercules Selamat Duduk di Dekat Ekor Pesawat

Ada beberapa penumpang yang selamat dalam pesawat Hercules C 130 yang jatuh di Magetan, Rabu kemarin. 2 Penumpang di antaranya duduk di bagian dekat ekor pesawat.


“Posisi saya duduk di sebelah kanan, dekat ekor. Tapi saya tidak merasakan apa-apa tahu-tahu saya sudah di rumah sakit,” ujar salah satu penumpang pesawat Serma Rudi Iswanto (39).


Rudi menceritakan hal itu di RS Lanud Iswahyudi, Magetan, Jawa Timur, Jumat (21/5).
Anggota Kosek IV Biak Papua sejak 2 tahun lalu ini mengalami luka sobek di bagian kepala atas bagian kanan. Dirinya tak henti mengucap syukur karena masih diberikan kesempatan hidup.


“Kalau bagi pesawat ini memang musibah, tapi bagi saya, saya mengucapkan syukur Alhamdulillah dan ini anugerah karena saya masih selamat,” ucapnya.


Sedangkan survivor lainnya, anggota Satuan Radar 242 Biak Papua Prada Saputra mengatakan dirinya juga duduk di belakang pesawat itu.


“Belakang dekat ekor. Ya syukur Alhamdulilah saya masih selamat. Tapi saya juga berduka karena di pesawat itu banyak meninggal dunia,” katanya penuh syukur.


Tak Ada Black Box di Hercules
Black box selalu menjadi benda yang diburu jika ada pesawat yang mengalami kecelakaan. Tapi ada perkecualian jika yang celaka adalah pesawat militer macam Hercules yang jatuh di Magetan.


“Untuk pesawat militer perlu ditegaskan tidak ada black box,” kata Kapuspen TNI Marsekal

Madya Sagom Tamboen di Lanud Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Kamis (22/5).
Sagom menjelaskan, black box berisi informasi penting data selama penerbangan termasuk percakapan pilot dengan awak pesawat maupun pangkalan. Hal ini menjadi berbahaya jika black box jatuh ke tangan musuh.


“Kalau misalnya black box ada, contohnya kita perang dan pesawat kita ditembak oleh musuh. Musuh akan dengan mudah mencari black box dan mengetahui isi black box itu,” terangnya.


Untuk mengetahui penyebab jatuhnya Hercules di Magetan, Sagom mengatakan TNI sudah membentuk tim panitia penyelidikan kecelakaan pesawat terbang (PPKPT) sejak tragedi itu terjadi. Mereka akan mengumpulkan bukti dan fakta dari berbagai sumber meskipun belum ada perkembangannya.


“Kita kumpulkan fakta-fakta di TKP mulai dari riwayat hidup pesawat, laporan dari orang-orang yang merawat memelihara dan mengoperasikan. Dan keterangan dari penduduk setempat,” jelasnya.


Seorang Bayi & Sepotong Tangan Ditemukan
Tim evakuasi TNI AD dan AU menemukan kembali korban jatuhnya Hercules di Magetan. Korban yang ditemukan yakni seorang balita. Lokasi penemuan balita itu tidak jauh dari ditemukannya jenazah Mayor Melvin.
Balita yang ditemukan tersebut belum diketahui jenis kelaminnya. Jenazah langsung dimasukkan ke dalam kantong berwarna kuning untuk diotopsi ke RS Lanud Iswahyudi, Magetan, Jawa Timur, Kamis (21/5).
Selain menemukan balita, menurut informasi dari petugas RS, tim evakuasi menemukan sebuah potongan tangan dalam keadaan terbakar. Potongan tangan itu kini masih berada di lokasi jatuhnya Hercules.
Sementara itu evakuasi korban Hercules masih terus dilakukan. Satu unit ambulans kembali disiagakan di TKP untuk mengangkut jenazah lainnya.


Tiga Korban Hercules Masih Terjepit Badan Pesawat

Tim gabungan TNI, Polri dan Basarnas hingga Kamis (21/5) siang ini masih melakukan evakuasi terhadap para penumpang pesawat Hercules yang jatuh di Magetan. Hingga siang ini masih terdapat tiga korban yang terjepit di badan pesawat.


“Masih ada tiga korban yang berada di dalam badan pesawat. Satu di antaranya terlihat setengah badan, namun tetap sulit dikeluarkan karena separoh badan bawah terjepit badan pesawat yang ringsek,” ujar Kelik H Purnomo dari Basarnas Jatim kepada wartawan di lokasi kecelakaan, Kamis (21/5) siang.


Untuk mengeluarkannya, tim evakuasi harus sedikit demi sedikit melakukan pemotongan plat dan pipa-pipa baja yang menghalangi pengambilan korban. Namun Kelik tidak bisa memastikan apakah evakuasi terhadap ketiga korban tersebut akan selesai hari ini.


“Kami akan mengupayakan semaksimal mungkin hari ini selesai, namum kami tidak bisa menjanjikan karena memang kondisi badan pesawat luluh lantak seperti itu,” tukasnya.
Sementara itu ribuan warga dari Magetan dan sekitarnya semakin siang semakin banyak yang memadati lokasi kecelakaan untuk sekadar dapat melihat secara langsung reruntuhan pesawat naas tersebut. Diperkirakan jumlah pengunjung akan semakin bertambah mengingat hari ini merupakan hari libur nasional.


1 Korban Hercules Ditemukan di Bagian Depan Pesawat
Satu lagi jenazah korban Hercules C 130 yang jatuh di Magetan ditemukan. Jenazah yang belum diketahui identitasnya ini ditemukan di puing pesawat bagian depan.
Pantauan detikcom, jenazah ditemukan di puing-puing pesawat bagian depan di lokasi Desa Geplak, Kecamatan Karas, Magetan, Jawa Timur, Kamis (21/5) sekitar pukul 10.40 WIB.
Jenazah itu terlihat penuh lumpur dan langsung dievakuasi ke ambulans menuju RS Lanud Iswahyudi.
Sementara melihat penemuan jenazah itu adik satu korban yang belum ditemukan Mayor Melvin, Dian, langsung berlari mengejar ambulans ke RS. Dian dan kakaknya Anton datang dari Jakarta untuk menemukan saudaranya itu.
Tampak istri Mayor Melvin, Desi Andriani, baru tiba di lokasi evakuasi. Desi yang mengenakan pakaian hitam tampak syok dan menangis tersedu.
Di lokasi sudah tampak 200-an anggota baik dari Polri, TNI AU dan TNI AD untuk evakuasi. Diduga masih ada lagi korban yang terjepit puing pesawat. Ratusan warga juga turut menyaksikan evakuasi dari jarak 100 meter yang dibatasi garis polisi. Cuaca di lokasi yang tadi mendung berangsur cerah.
Dicari, Keluarga Jenazah Bergigi Palsu
Tim disaster victim identification (DVI) Jawa Timur berhasil mengidentifikasi 1 jenazah perempuan korban Hercules C 130 jatuh. Jenazah itu mempunyai ciri-ciri berupa gigi palsu pada rahang atas.


“Kami dari tim DVI memeriksa jenazah seorang perempuan dewasa yang menggunakan gigi palsu,” ujar salah satu anggota tim DVI Kompol dr Heri Wijatnoko kepada wartawan di depan ruang jenazah RS Lanud Iswahyudi, Magetan, Jawa Timur, Kamis (21/5).


Menurut Heri, gigi palsu perempuan itu terletak di bagian depan kiri atas dan belakang. Pada gigi palsu itu terdapat kawat di bagian kanan dan kiri. Gigi itu dipasang tidak permanen.
Tim DVI Jawa Timur mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar dapat menghubungi tim DVI di nomor telepon/fax 0351-869705, HP 0351-7867835 dan UGD Lanud Iswahyudi di 0351-401134.


“Kami mohon kalau ada masyarakat yang kehilangan segera menghubungi nomor telepon atau faks ke tim kami. Kalau bisa membawa medical record-nya,” katanya.


Pantauan detikcom, tim DVI Jatim yang dibantu dari Tim DVI Jateng dan Mabes Polri terus bekerja mengidentifikasi para jenazah yang masih berada di ruang jenazah Lanud Iswahyudi. Saat ini masih 14 jenazah yang diidentifikasi.
Siap Dipulangkan, 44 Jenazah Disemayamkan di Lanud Iswahyudi
Puluhan jenazah korban kecelakaan pesawat Hercules di Magetan, Jawa Timur (Jatim) akan diterbangkan ke berbagai tujuan pagi ini. Jenazah tersebut saat ini disemayamkan di hanggar Lanud Iswahyudi.
44 jenazah disemayamkan di hanggar Skuadron 15 Lanud Iswahyudi sejak Rabu 20 Mei malam.
Peti jenazah yang berasal dari TNI diselimuti bendera merah putih. Sedangkan yang sipil diselimuti kain satin warna putih.
Hingga pukul 05.30 WIB, Kamis (21/5), terlihat kesibukan di hanggar tempat disemayamkannya 44 jenazah itu. Upacara militer pelepasan jenazah dijadwalkan pukul 06.00 WIB.
Menurut Marsekal Pertama Bambang Samudro, Danlanud Iswahyudi, 44 peti jenazah yang akan diterbangkan sesuai rute yang telah disiapkan, yakni ke arah Barat dan Timur.
Ke arah barat, yakni ke Pontianak dan Balikpapan. Sedangkan arah Timur, ke Malang, Makassar, Kendari, Palu, Rembiga (Lombok), dan Maluku.
Hujan Tangis Iringi Keberangkatan 13 Jenazah ke Indonesia Timur
Sebanyak 13 jenazah akan diberangkatkan ke Indonesia Timur untuk menuju peristirahatan terakhirnya. Dalam upacara pelepasan jenazah secara militer di Hanggar Skuadron 15 Lanud Iswahyudi, Magetan, Jawa Timur, itu, hujan tangis pecah dari keluarga korban.
Pantauan detikcom, Kamis (21/5), pelepasan jenazah langsung dipimpin Komandan Pangkalan Udara TNI Iswahyudi Marsma Bambang Samudro. Sebanyak 9 jenazah akan diberangkatkan ke Makassar, 1 jenazah ke Lombok, dan 2 jenazah ke Maluku.
Jenazah akan diberangkatkan dengan menumpang pesawat CN 235 bernomor registrasi A 2303. Keluarga turut menumpang di pesawat itu.
Hujan tangis juga pecah saat keluarga melihat peti jenazah keluarganya yang menjadi korban kecelakaan Hercules Jumat (20/5) pagi.
Suradijiono Mendadak Berangkat 5 Menit Sebelum Hercules Take Off
Takdir maut tidak bisa dihindari. Itulah yang dialami PNS TNI AL Surabaya Suradijiono Hadi Santoso (36). Bapak dua anak ini mendadak memutuskan berangkat 5 menit sebelum Hercules take off.
“Adik saya mendadak memutuskan untuk naik kurang lima menit dari take off pesawat,” ujar kakak kandung Suradijiono, Letkol Bambang Setio Legowo di TPU Blimbing, Malang, Kamis (21/5).


Suradijiono dimakamkan di samping makam orang tuanya yaitu Tugiman (65). Puluhan peziarah mengantar jenazah Suradijiono sampai ke liang lahat.
Isak tangis keluarga ikut mengiringi pemakaman almarhum yang baru menjalani Prajap di Bandung ini. Dalam pemakaman ini istri Suradijiono, Solikah (30), dan ibu kandung Suradijiono, Surati (70), tidak ikut mengantarkan. Hanya putra pertama korban M Soleh (5), ikut mengantar jenazah bersama Bambang.
Ibu Almarhum Mayor Teknik Kuntarto Sempat Mimpi Dikejar Bayangan Hitam
Sebelum anaknya tewas dalam tragedi pesawat Hercules C-130 di Magetan, Jawa Timur, Sri Trisnowati, ibu korban Mayor Teknik Kuntarto Suryo Nugroho (35) mengaku mendapatkan firasat. Dia sulit tidur dan bermimpi dikejar-kejar bayangan hitam.


“Tiga hari lalu saya mendapatkan firasat mas. Saya bermimpi kalau saya dikejar-kejar bayangan hitam tinggi terbang mengejar-ngejar saya. Sayapun tidak dapat tidur akibat mimpi itu. Tidak tahunya ternyata anak saya mengalami kecelakaan,” ungkap Trisnowati dengan nada sedih.


Hal itu disampaikan dia kepada detikcom di rumah duka di Desa Prembun, Kecamatan Prembun, Kabupaten Kebuman, Jawa Tengah, Rabu (20/5).
Mayor Teknik Kuntarto merupakan salah satu korban meninggal jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Magetan, sekitat pukul 06.30 WIB. Saat itu, korban bersama rombongan berangkat dari Lanud Halim Perdana Kusuma yang rencananya pulang ke rumahnya di Madiun, Jawa Timur.
Mayor Teknik Kuntarto Suryo Nugroho merupakan lulusan Akabri Tahun 1996 dan bekerja di Mabes TNI-AU di Jakarta.
Korban meninggalkan seorang istri bernama Rina Emilisola dan dua orang anak bernama Erlanga Arvalin (7) dan Sarah Sabrina Nugroho (2) yang saat ini tinggal di Madiun.
Menurut S Saroso, ayah korban, keluarga mendapatkan kabar meninggalnya Kuntarto dari Christina (43), kakak korban yang tinggal di Kota Semarang. Kabar itu diterima Christina pukul 10.00 WIB, kemudian diteruskan ke keluarga di Kebumen. Jenazah Kuntarto akan dimakamkan Kamis 21 Mei siang.
Uang Rp 5 Juta & Beras 50 Kg untuk Korban Tewas Tertimpa Hercules
Dua keluarga korban meninggal karena rumahnya tertimpa pesawat Hercules C 130 diberi santunan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Masing-masing disantuni uang Rp 5 juta dan beras 50 Kg.
Pesawat Hercules sebelum kandas Kamis kemarin, pesawatnya sempat menghantam rumah dari Rusmin dan Sulasmin. Selain harus kehilangan rumah, Rusmin harus kehilangan istrinya Sumiati, sementara Sulasmin harus kehilangan putranya Arif.
Bantuan Pemprov diserahkan oleh Kabiro Kesra Pemprov Jatim Kiagus Firdaus di rumah kakak Rusmin, Sri, Desa Geplak, Kecamatan Karas, Magetan, Jawa Timur, Kamis (21/5).
Selain mendapatkan uang dan beras, keluarga juga mendapatkan santunan sembako lainnya.


“Bantuan ini dari Pemprov hanya untuk santunan korban meninggal yang seharusnya diserahkan langsung oleh Gubernur semalam. Namun karena sudah terlalu malam mengunjungi korban di RS baru hari ini diwakilkan,” ujar Kiagus.


Untuk kerusakan rumah warga, imbuh Kiagus, Pemprov Jatim belum memutuskan karena masih berkoordinasi dengan pihak TNI AU.


Sementara Rusmin berharap Pemprov dan TNI AU segera memperhatikan nasib rumahnya. “Kita warga berharap untuk rumah segera dapat diperbaiki untuk dapat dihuni oleh keluarga kembali,” ujar Rusmin. (detikcom/y)

Uccang, Y. 2009. “Hercules Jatuh 101 Tewas 2 Balita Selamat * 2 Penumpang Lain Selamat Duduk di Dekat Ekor Pesawat * 3 Korban Masih Terjepit Badan Pesawat * Tak Ada Black Box di Hercules * Ibu Alm Mayor Kuntarto Mimpi Dikejar Bayangan Hitam”. Detikcom. http://www.detik.com

ORIFLAME UNIVERSITY

Blog Archive

ALAMAT IP KAMU

streetdirectory.co.id

Muthofar Hadi Sponsor Umroh/Haji

PT Armina Reka Perdana adalah salah satu agen perjalanan Haji/Umrah di Indonesia yang sudah berdiri sejak 1990. Ikuti jamaahnya dan dapatkan kuotanya, Bergabung Klik di sini.