Friday, 21 August 2009

Rupanya... Banyak Pria Tak Bersunat


Rupanya... Banyak Pria Tak Bersunat

KOMPAS.com — Tahukah Anda, menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan lembaga PBB yang menangani masalah AIDS (UNAIDS), diperkirakan hanya 30 persen pria berusia 15 tahun ke atas yang disunat di seluruh dunia.

Jumlah pria bersunat itu ternyata sangat bergantung pada agama dan suku bangsa. Hampir semua pria Yahudi dan Muslim disunat. Bila digabung, total jumlah pria bersunat dari dua agama tersebut mencapai 70 persen secara global.

Sementara itu, Amerika Serikat menduduki proporsi terbesar dalam jumlah pria yang disunat tanpa alasan agama. Hampir 75 persen pria AS yang non-Muslim dan non-Yahudi disunat. Bandingkan dengan Kanada yang hanya 30 persen, Inggris 20 persen, dan Australia yang hanya 6 persen pria. Saat ini, diperkirakan 65 persen bayi laki-laki yang baru lahir di AS langsung disunat.

Beberapa waktu lalu, WHO memang telah merekomendasikan sunat pada pria untuk mencegah infeksi HIV. Menurut penelitian, sunat pada pria bisa mengurangi infeksi HIV hingga 60 persen. Meski demikian, untuk mencegah penularan HIV lewat hubungan seksual, mereka disarankan untuk tetap memakai kondom. (Kompas)

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Bersunat bagi muslim laki-laki adalah menghilangkan kulit penutup kepala penis, sehingga penis yang sudah disunat/dikhitan akan terlihat kepala penisnya terus.

Manfaatnya antara lain, memperlancar buang air kencing, menambah nikmat dalam bersenggama, bersih dari kotoran yang menempel di kepala penis (sprema, air kencing, keringat).

Dengan berkhitan seorang muslim kemudian dikatakan sebagai muslim yang bertanggungjawab atau pemimpin baik kepada dirinya sendiri maupun orang lain.

Namun kedewasaan juga tidak hanya dari dikhitan tetapi juga dari umurnya, namun yang berkhitan akan tumbuh berkembang lebih cepat dari pada yang belum berkhitan pada umur seusianya (pada umumnya). (M.Hadi)

Thursday, 20 August 2009

Lagu Seksi Bikin Zorro Bisa "Begituan" Lagi


Lagu Seksi Bikin Zorro Bisa "Begituan" Lagi

LONDON, KOMPAS.com — Doyan ngembat cewek, Zorro malah bergeming dikasih Mazawabee. Mungkin, lagu "seksi"-nya Barry White bakal bantu Zorro bisa "begituan" lagi.

Zorro, seekor hiu zebra atawa Stegostoma fasciatum, memang membuat pengelola Akuarium London frustrasi. Alih-alih mengawini betina barunya, Mazawabee, hiu yang dikenal tukang ngembat, persisnya gampang mengawini betina, malah bergeming. "Padahal, reputasi Zorro memang tukang kawin," kata kurator Akuarium London, Paul Hale.

Makanya, pihak pengelola kemudian memperdengarkan lagu-lagu romantis berkesan seksi macam yang dinyanyikan Barry White agar binatang yang baru saja pulang jalan-jalan dari berbagai akuarium di Eropa itu kembali "on" hasrat perkelaminannya. Tadinya memang saat berkelana dari akuarium satu ke akuarium yang lainnya, Zorro tidak ditemani betina seekor pun. Oh ya, Mazawabee dimasukkan ke dalam kolam bersama Zorro pada Hari Valentine tahun ini.

Jadilah sederet lagu romantis sekaligus bernuansa seksi diperdengarkan, mulai dari "Walrus of Love", "Baby We Better Try to Get It Together", dan "My First, My Last, My Everything".

Stok lagu pun tak bakal habis karena masih ada cadangan tembang-tembangnya Marvin Gaye bertajuk "Let's Get It On", "Love is All Around"-nya Wet, Wet, Wet, hingga duet Diana Ross dan Lionel Richie yang menyenandungkan "Endless Love".

Lebih lanjut, Paul Hale mengaku, pihaknya memang terus berupaya membangkitkan hasrat Zorro sekaligus mempelajari terus-menerus teknik mengawinkan hiu. "Riset menunjukkan, hiu bukan cuma bisa mendengarkan musik. Namun, binatang itu bisa membedakan nada dan melodi," kata Paul Hale.

Kawin-mawin pakai lagu romantis memang asyik. Orang saja doyan. Ayo dong Zorro, "mainkan"!

Monday, 13 July 2009

Para Pelaku Perubahan

M. Hadi, Yogyakarta, Juni 2009

Bentuk merupakan sebuah ciri khas untuk bisa dikatakan sebagai kosa kata baku. Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki bentuk republik dengan bendera merah putih, bahasa Indonesia dan bertanah air dari sabang sampai merauke di tanggal 17 Agustus 1945.

Pada masa pemerintahan BJ Habibie wilayah Timur-Timur melepaskan diri, pada masa Megawati Sukarnaputri wilayah Lipadan-Sigitan lepas dan menjadi wilayah Malaysia.

Menunggu perubahan, bukan merubah. Semua akan mengatakan bahwa bangsa NKRI sudah berubah. Apa sebabnya? Bukan dari anak bangsanya sendiri yang merubahnya tetapi kehendak bangsa lain.

Kehendak bangsa lain terhadap bangsa Indonesia sudah lama sekali, dalam sejarah dikenal RIS, dan berhasil dikalahkan oleh kehendak bangsa sendiri menjadi RI.

Timur-Timur, Sipadan-Ligitan bukan terlepas tetapi dilepaskan. Kekuatan kehendak asing membangkitkan ketakutan akan HAM. Suara rakyat Indonesia dijatuhkan atas nama HAM. Rakyat Timur-Timur dipandang bukan rakyat Indonesia dan dimusuhkan dengan rakyat Indonesia. Di saat rakyat Timur-Timur menyuarakan merdeka, suara asing mengatakan itu HAM. HAM rakyat Timur-Timur untuk menjalankan negerinya dan berdaulat menjadi Negara.

Seluruh rakyat Indonesia diserang bahwa mereka telah melanggar HAM.

Rakyat mengatakan biarkan Timur-Timur memilih sendiri dengan referendum. Dengan ijin rakyat mereka mengadakan referendum dan berdirilah Negara Timur Leste.

Agen Perubah yang dulu ditahun 1997 diidentifikasi dan diidentikan dengan gerakan mahasiswa 1997 ternyata belum mampu merubah bangsa ini.

Bangsa ini telah berubah oleh kehendak asing bukan karena kehendak “bangsa Indonesia”. Seperti bangsa Indonesia saat diduduki Jepang ataupun Belanda bukan merupakan kehendak bangsa Indonesia namun kehendak bangsa asing, dan bangsa Indonesia menerima sebagai objek perubahan bukan pelaku perubahan.

Dulu pelaku perubahan bangsa ini berjuang untuk terbebas dari kehendak bangsa lain. Mereka berjuang bukan untuk kehendak mereka atau keluarga mereka sendiri.

Bagaimana mungkin mereka melakukan hal itu? Padahal mereka tidak punya ikatan keluarga dengan yang diluar keluarganya, tetapi mereka memperjuangkannya.

Kondisi tersebut salah satunya mereka berada di bawah kekuasaan asing yang dirasakan oleh seluruh rakyat bangsa ini.

Tahun 1998 rakyat diawali oleh kaum pelajar negeri ini melakukan perubahan dengan reformasi. Tahun 1999 reformasi kaum pelajar ini tidak menghasilkan pemimpin baru dari kaum terpelajar itu sendiri, sehingga tahun 1999 (setelah Pemilu 1997) mengadakan pemilu lagi. Kaum terpelajar kembali melakukan perubahan pada pemilu 1999 dengan pemilu multi partai dan menghasilkan Presiden dan Wapres di MPR RI Gus Dur dan Megawati.

Tahun 2002 kaum reformis-revolusioner dari kalangan pelajar kembali bergerak mengadakan perubahan, dengan turunnya Gus Dur dan digantikan oleh Megawati-Hamzah Haz. Di akhir pemerintahan Megawati kembali kaum terpelajar meneriakkan perubahan untuk tidak menerima Presiden Wanita. Hasilnya pada pemilu 2004 diadakan pemilu Pilpres dan anggota MPR.

Pemilu pertama Pilpres ini dilaksanakan dua putaran, dengan suara pemilih terbanyak pada SBY-JK.

Pada masa kekuasaan 2004 – 2009 tidak ada perubahan yang dilakukan oleh kaum terpelajar, sedikit dari mereka yang dari tahun 1997 melakukan perubahan-perubahan sudah menduduki kursi di MPR maupun lembaga pemerintah lainnya.

Peran apa yang dirasakan, adalah fungsi peran presiden menjadi tidak penting. Karena presiden hanya sebagai penyelenggara dan perubahan itu ada ditangan kaum terpelajar.

Hampir seluruh perubahan seperti turunnya harga BBM, sekolah geratis, swasembada beras merupakan realisasi dari suara kaum terpelajar yang dilaksanakan oleh Presiden. Kaum terpelajar melakukan perubahan untuk negeri Indonesia dengan demonstrasi. Dan hasilnya seluruh kebijakan pemerintah saat ini adalah hasil dari demonstrasi kaum terpelajar yang menyuarakan perubahan dari kepemimpinan SBY-JK.

SBY-JK menyisakan waktu beberapa hari lagi, dan terlihat bahwa tanpa adanya campur tangan kaum terpelajar mereka tidak bisa apa-apa. Ambalat akan dirampok diam seribu bahasa, dan harus dilakukan oleh kaum terpelajar terlebih dahulu. Namun PR yang tinggal beberapa hari ini tidak bisa dilaksanakan seluruhnya karena begitu banyaknya PR.

Pilihannya sekarang adalah kaum perubah ini harus memegang kekuasaan agar tidak selalu mengarahkan perubahan dengan demonstrasi. Hal ini bisa dibenarkan karena suara dari mereka yang memang diterima oleh rakyat, baik yang dahulunya tidak menginginkan perubahan kearah itu maupun yang menginginkannya.

Terlalu lama bagi kaum terpelajar untuk mengulangi kepemimpinan dikembalikan kepada mereka yang telah menuai demonstrasi dari kaum perubahan ini. Mungkin di saat itu negeri ini kaum terpelajar akan berada dalam kondisi dilema sehingga penentu perubahan selanjutnya adalah asing seperti di tahun 1999. Beranikah kaum terpelajar untuk menyuarakan agar seluruh rakyat tidak memilih orang yang menuai demonstrasi (SBY-Megawati)?

Keberanian itu sekarang yang akan menentukan perubahan dari bangsa untuk bangsa, atau mereka akan terus menerus melakukan perubahan dari jalan raya dengan demonstrasi.

ORIFLAME UNIVERSITY

Blog Archive

ALAMAT IP KAMU

streetdirectory.co.id

Muthofar Hadi Sponsor Umroh/Haji

PT Armina Reka Perdana adalah salah satu agen perjalanan Haji/Umrah di Indonesia yang sudah berdiri sejak 1990. Ikuti jamaahnya dan dapatkan kuotanya, Bergabung Klik di sini.