Saturday, 2 April 2011

Menuai dari Yang Sudah Di Tanam

Perjalanan seorang manusia seringkali diibaratkan dengan pepatah-pepatah yang diperlihatkan dalam bentuk tanaman. Misalnya adalah: 1. Makin Tua makin Merunduk
                                         2. Buah Jatuh Tidak Jauh Dari Pohonnya
                                         3. dll
Dalam hal ini ada lagi selain pepatah yang justru menjadikan kita makin belajar sebagai manusia, yaitu Menanam dan Menuai. Dua kata ini adalah sebuah tindakan aktif seorang manusia, yang terkadang manusia lupa bahwa hasil dari menuai itu ditentukan oleh kualitas yang ditanam, cuaca/lingkungan, perawatan, dan Tuhan. Sebagai seorang yang menanam saya atau anda akan mengharapkan bisa menuai hasil yang baik dan banyak. Namun tidak lupa kita juga mempersiapkan tanaman kita dengan baik dan memiliki hasil yang banyak, kecuali Tuhan berkehendak lain mungkin dengan adanya wabah ataupun bencana, maka kita juga perlu mempersiapkan mental juara. Mental juara itu adalah bersyukur disaat dapat juara dan bersabar di saat tidak dapat juara.

Bukan maksud saya untuk menggurui tapi ada beberapa hal yang ingin saya renungkan, mungkin juga bagi saya sendiri karena hari ini adalah hari ulang tahunku,
1. Saya mulai kuliah tahun 1997 dan melibatkan diri dalam demo-demo hingga RI mengakui akan era reformasi, dan itu adalah sebuah tanaman yang saya tanam namun aku belum bisa menuainya, aku masih belum puas karena apa yang saya perjuangkan dulu adalah Negara dengan Dasar Negara Islam, dan ini akan menjadikan saya untuk lebih berusaha agar tanaman saya memberikan hasil yang baik bagi saya dalam waktu yang akan datang mungkin 1 - 10 tahun lagi.


2. Setelah Era Reformasi, Republik Indonesia menjalankan pemilu yang terakhir ini adalah tahun 2009, dimana saya tidak ikut memilih legislatif dan dalam putaran akhir PEMILU Presiden tidak ikut memilih, ini adalah tanaman saya hingga saya membuat partai republik islam indonesia, www.partairepublikislamindonesia.blogspot.com, ini mungkin belum sebuah panenan bagi saya namun ini awal yang baik untuk selanjutnya dapat menuai hasilnya dalam bentuk Republik Islam Indonesia yang berpedoman hidup pada Al Quran dan Sunnah Rasul Muhammad saw.


3. Dalam kehidupan sehari-hari sebagai WNI saya melibatkan diri sedikit dalam bidang keamanan sebagai securrity, dan ini sebuah tanaman ilmu agar saya bisa memupuknya hingga bisa aku tuai dimasa datang atau mulai sekarang, karena ilmu itu masih hangat aku dapatkan, dengan mengamankan diri sendiri terutama.

4. kalau masalah kejadian-kejadian alam yang mengganas belakangan ini tentu bukan dari tanaman saya, namun saya curiga ada yang menanamnya, saya hanya minta agar tanamlah yang baik-baik agar menghasilkan hasil yang baik, bukan bencana.

Ada yang baca? terimakasih, semoga bermanfat.




Monday, 10 January 2011

DO'A AWAL TAHUN

DO'A AWAL TAHUN

oleh Dodi Muthofar Hadi pada 29 Desember 2010 jam 16:52
Bismillaahirohmaanirrohiim. wa shollalloohu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihi wa shohbihii wa sallama. Allohumma antal abadiyyul qodiimul awwalu wa 'alaa fadhlikal 'adliimi wujuudikal mu'awwali wahaadza'aamunjadiidun qod aqbala nas-alukal 'ishmata fiihi minasysyaithooni wa auli yaa-ihi wa junuudihi wal 'auni 'alaa haadzihil ammaaroti bissuu-i wal istighooli bimaa yuqorribunii ilaika zulfa yaa dzal jallali wal ikroom. wa shollalloohu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihi wa shohbihii wa sallama.

"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad teriring keluarga serta sahabat beliau.
Wahai Tuhanku, Paduka adalah Dzat Yang Maha Kekal, dahulu dan Awal. Hanya denga anugrah dan kemurahan-Mu yang agung, telah datang tahun baru. Di tahun ini kami memohon pemeliharaan-Mu dari Syetan, kekasihnya dan balatentaranya, dan kami memohon pertolongan-Mu atas hawa nafsu yang mengajak kepada kejelekan, dan kami memohon kesibukan dengan perbuatan yang dapat mendekatkan diri kami kepada-Mu wahai Dzat yang memiliki kebesaran dan kemuliaan. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad teriring keluarga serta sahabat beliau."

doa awal tahun

Monday, 22 November 2010

Pengakuan Bersalah Galileo Galilei


"Saya Galileo, putra Almarhum Vincenzio Galilei, orang Fiorentina berusia 70 th, menghadap langsung ke muka pengadilan ini dan bersujud di hadapan-mu, Yang Mulia Paduka Tuan Kardinal, Jenderal Inkuisitor melawan keburukan bid'ah di seluruh persemakmuran orang-orang Kristiani. 

Di hadapan mata saya dan dengan tangan saya menyentuh ajaran suci, bersumpah bahwa saya selalau percaya, saat ini saya yakin, dan dengan pertolongan Tuhan saya akan memercayai pada masa datang semua yang dipegang, disebarkan, dan diajarkan oleh gereja Apostolik dan Katolik Suci. 

Akan tetapi, setelah diperingatkan oleh Dinas Suci ini supaya melepaskan pemikiran yang salah yang menyatakan bahwa matahari merupakan pusat dunia dan tidak bergerak serta diperingatkan agar agar saya tidak memegang, mempertahankan atau mengajarkan dengan cara apapun, baik secara lisan maupun tertulis, doktrin yang salah tersebut. 

Setelah diberitahukan kepada saya bahwa doktrin tersebut bertentangan dengan Kitab Suci-saya telah menulis dan menyebabkan sebuah buku dicetak yang di dalamnya saya membicarakan doktrin terlarang itu. Dan mengemukakan argumen-argumen kuat, tetapi tanpa pernah sampai pada solusinya. Saya diadili dengan sungguh-sungguh dianggap bid'ah yaitu telah telah memegang dan meyakini bahwa matahari adalah pusat dunia dan tidak bergerak, serta bumi bukanlah pusat dunia dan bergerak.

Dengan harapan untuk menghilangkan kecurigaan dari pikiran Yang Mulia serta seluruh umat Kristen yang beriman, dengan ketulusan hati dan kesungguhan iman, saya tunduk, mengutuk, dan membenci kesalahan-kesalahan serta bid’ah-bid’ah tersebut serta semua dan tiap kesalahan, juga sekte yang bertentangan dengan Gereja Katolik Suci. 
Saya bersumpah demi masa mendatang, saya tidak akan pernah lagi menyatakan dalam pembicaraan atau tulisan-tulisan hal-hal semacam itu yang dapat membawa saya pada kecurigaan yang sama. Apabila saya tahu bid’ah, saya akan melaporkannya kepada Dinas Suci ini atau pada inkuisitor atau gereja tempat saya berada. Saya juga bersumpah dan berjanji untuk menyetujui dan menjalankan seluruh penebusan dosa yang telah atau dibebankan oleh aturan Gereja dan dekrit-dekrit lainnya, yang umum maupun khusus, terhadap para pelanggar. Tuhan tolonglah saya dan ajaran-ajaran suci-Mu ini, yang kusentuh dengan tanganku sendiri.
Saya tersebut Galileo Galilei bersungguh-sungguh bersumpah, berjanji, dan membatasi diri sebagaimana hal di atas dan dalam kesaksian kebenaran, dengan tanganku sendiri menaati dikumen kesungguhan saya saat ini, dan telah membacakan kata demi kata di Roma, di biara Minerva, pada 22 Juni 1633 M.”
(Galileo, 2005. 145 – 146)

ORIFLAME UNIVERSITY

Blog Archive

ALAMAT IP KAMU

streetdirectory.co.id

Muthofar Hadi Sponsor Umroh/Haji

PT Armina Reka Perdana adalah salah satu agen perjalanan Haji/Umrah di Indonesia yang sudah berdiri sejak 1990. Ikuti jamaahnya dan dapatkan kuotanya, Bergabung Klik di sini.