Monday, 1 October 2012

Rencana Presiden SBY Minta Maaf ke Eks PKI Ditentang


Tegar Arief Fadly - Okezone
Rabu, 15 Agustus 2012 16:36 wib

JAKARTA - Sejumlah organisasi masyarakat siang tadi mendatangi Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk menyampaikan deklarasi menentang hasil penyelidikan Komnas HAM tentang pemberontakan G 30 S pada tahun 1965-1966.

Mereka menentang sikap Komnas HAM yang berniat membentuk peradilan HAM atas pelanggaran HAM berat 1965-1966. Selain itu, mereka juga menentang wacana yang berkembang bahwa presiden akan meminta maaf kepada para mantan anggota PKI yang menjadi korban G 30 S.

Salah satu peserta dalam deklarasi tersebut, yakni Suryadi yang merupakan Ketua Persatuan Purnawirawan TNI AD mengungkapkan, tidak selayaknya Komnas HAM memberikan upaya bantuan moral terhadap para korban tersebut.

"Sikap mereka harus segera disikapi dengan tegas. PKI adalah pelaku kudeta. Bukti banyak banget. Yang jelas mereka dalam ideologinya menentang pancasila, mereka juga otoriter," ujarnya di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (15/08/2012).

Oleh karena itu, PBNU bersama 23 perwakilan dari organisasi serta perorangan telah menyatakan pandangannya terkait hal tersebut, yang disampaikan oleh Ketua GP Ansor, Nusron Wahid. "Di dalam NKRI tidak boleh ada ideologi lain sebagai pandangan hidup dan dasar negara selain Pancasila," kata Nusron.

Dia juga menegaskan kembali bahwa TAP MPRS no XXV tahun 1966 merupakan konsensus bangsa dalam rangka membentengi Pancasila serta melindungi rakyat Indonesia yang religius dari ancaman Atheisme dan undang-undang No 27 tahun 1999 tentang Keamanan Negara.

"Menolak keras semua bentuk permintaan maaf dari pemerintah/Presiden RI terhadap korban G 30 S pada 1965-1966. Tentang rekonsiliasi biarkan berlangsung secara alamiah dan berbudaya," paparnya.

Selain itu, dia juga menegaskan bahwa pihaknya menolak pembentukan peradilan HAM adhock terhadap pelanggaran HAM berat, serta mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk waspada terhadap bangkitnya ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. (ful)



BERITA TERKAIT: G30S PKI

Sunday, 9 September 2012

Kartosoewirjo dieksekusi di Kepulauan Seribu

FADLI ZON: Kartosoewirjo dieksekusi di Kepulauan Seribu

Compact_kartosuwiryo
JAKARTA: Wakil Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Fadli Zon menyusun sebuah buku catatan sejarah menarik berjudul 'Hari Terakhir Kartosoewirjo'.

Buku tersebut diterbitkan Fadli Zon Library yang berisikan 81 foto terakhir Kartosoewirjo yang dikenal sebagai tokoh gerakan Darul Islam Tentara Islam Indonesia (DI/TII) di zaman awal kemerdekaan Republik Indonesia.

"Foto-foto ini saya dapatkan dari kolektor," ujar Fadli Zon ditengah acara bedah buku tersebut, Rabu (05/09).

Berdasarkan foto yang tersaji dalam buku ini, tabir lokasi eksekusi mati sekaligus makam Kartosoewirjo akhirnya terbuka jelas.

Tak seperti yang terangkum dalam catatan sejarah selama ini yang menyebut Kartosoewirjo dimakamkan di Pulau Onrust atau pulau-pulau lain Tanah Air.

Nyatanya, menurut Fadli Zon, tokoh DI/TII tersebut dieksekusi di Pulau Ubi Kepulauan Seribu.

Hadir sebagai pembicara membedah buku setebal 91 halaman tersebut diantaranya sejarawan Universitas Indonesia (UI) Mohammad Iskandar, putra bungsu Alm. Kartosoewirjo, Sardjono Kartosoewirjo, dan Fadli Zon.(Bsi)

Foto: S.M. Kartosoewiryo (kanan) bersama Pangdam VI/ Siliwangi Kol Inf. Ibrahim Adjie sesaat setelah ditangkap oleh Satuan Yon 328/ Kujang II Siliwangi. (Sumber: Istimewa/ Kodam VI/ Siliwangi)

ORIFLAME UNIVERSITY

Blog Archive

ALAMAT IP KAMU

streetdirectory.co.id

Muthofar Hadi Sponsor Umroh/Haji

PT Armina Reka Perdana adalah salah satu agen perjalanan Haji/Umrah di Indonesia yang sudah berdiri sejak 1990. Ikuti jamaahnya dan dapatkan kuotanya, Bergabung Klik di sini.