Monday, 9 May 2011

Menulis bukan Melamun


1304683573237600900

Kita, manusia Indonesia, kebanyakan sudah diajari menulis sejak taman kanak-kanak. Kemudian di SD,  kita juga diajari mengarang. Tentu masih ingat bentuk karangan kita dulu waktu SD (Sekolah Dasar), iya betul, karangan fiksi (semi non fiksi). Seperti kita mengarang, Liburan Di Rumah Nenek, padahal saya tinggal di rumah nenek dan waktu itu belum pernah liburan di rumah nenek saya dari Bapak, atau Mengarang tentang KEMARAU, padahal saya kenalnya musim hujan dan musim panas, dan lain-lain.

Pengalaman saya sendiri waktu SD saat ditugaskan mengarang tentang MUSIM KEMARAU, saya dengan PD bisa mengarang penuh satu halaman, begitu bangganya kalau kita bisa mengarang penuh satu halaman, tapi tahu tidak isi karangan saya. Saya menuliskan bahwa musim kemarau itu diawali dengan mendung dan hujan bergantian tiap hari, sehingga tanah menjadi basah dan ternyata tanaman dan katak suka dengan musim kemarau.

He hehehe, begitulah, malu saya kalau mengingatnya.

Tapi semenjak kita lulus SMP, pelajaran mengarang kemudian hampir tidak ada. Kita digembleng dengan tipe-tipe tulisan, diskriptif, narasi, eksposisi, dan lain-lain. Dan ternyata untuk membedakan satu dengan yang lainnya sampai sekarangpun aku masih kesulitan, kecuali ibu guru atau bapak guru yang memberikan nilainya, baru aku percaya.

Begitu sulitnya mengarang, tapi begitu mudah menulis lepas. Iya menulis itu mudah, bahkan berjam-jam bisa kita habiskan untuk menulis, dengan tema apa saja, bahkan menghabiskan lembaran buku berapapun. Tapi itu apabila dibaca oleh orang lain, maka kita akan berpikir dua sampai tiga kali lipat. Bahkan mungkin kita akan mengatakan, “jangan dibaca ya, itu tulisan saya, masih belum selesai” dan lain sebagainya.

Jadi menulis itu sebenarnya bukan sekedar menggunakan pena atau mesin ketik dan yang lainnya hingga berwujud tulisan, namun menulis itu sebenarnya adalah sebuah wujud dari si penulis atau wujud dari isi tulisan.
Tulisan tersebut di saat di baca akan memberikan gambaran kepada pembaca tentang penulis atau tulisannya dengan benar, tentunya. Misal contoh tulisan saya tentang Musim Kemarau, sat SD kelas II, saya masih ingat, tadi. Maka tulisan itu menggambarkan musim hujan, dan menggambarkan bahwa penulis (saya) belum bisa membedakan antara musim hujan dan musim kemarau.

Tanpa menggurui, saya akan mencoba memaparkan bagaimana saya menulis:

1. Pemilihan Tema
Dalam memilih tema saya tidak kemudian mencari, namun terkadang tema itu datang sendiri. Seperti tulisan saya ini, pada awalnya saya tidak berminat untuk menuliskan tentang tips menulis, namun kenyataan saya suka menulis dan bisa menulis. Jadi kesimpulan saya, saya sebenarnya punya tips menulis, sehingga selama ini saya bisa menulis, dan saya seharusnya bisa menuliskan tips itu.

2. Menentukan Judul
Setelah mendapatkan tema, maka langkah kemudian adalah saya menentukan terlebih dahulu judulnya, dan tidak jarang setelah selesai tulisan saya, saya juga pernah mengedit judulnya menjadi judul yang baru agar sesuai dengan isi tulisan saya. Namun tidak jarang saya tidak menuliskan judulnya terlebih dahulu, karena materi yang saya miliki untuk menulis, akan satu tema itu, sudah banyak, sehingga setelah semua terpaparkan dalam tulisan baru saya beri judul yang sesuai.

3. Menuliskan Pendahuluan baru di susul Isinya
Mengerjakan tulisan dari umum ke khusus, dan ini bisa kita mulai dengan kita memaparkan akan global dari tema, atau kita pisahkan suku kata dalam tema itu menjadi pembahasan-pembahasan tersendiri, kemudian baru kita memulai menuliskan inti permasalahn dari tema tersebut. Pendahuluan tidak perlu banyak, dan permasalahan yang akan dibahas jangan juga banyak, namun fokus. Dengan pembahasan yang banyak, itu yang saya suka. Karena di saat saya menuliskan kebalikannya, akan terasa membosankan, menurut saya.

4. Menuliskan Penutup
Penulisan penutup bisa kita sesuaikan dengan tema kita, apabila tema kita itu luas kita bisa menutupnya dengan sebuah pertanyaan, dan kita akan jawab pada seri tulisan berikutnya. Atau bentuk tulisan tunggal yang kita bisa memberikan kata penutupnya dengan sebuah kesimpulan.

Dan ingat bahwa tanggungjawab kita setelah menulis adalah bersedia menerima komentar, karena tulisan kita bukan untuk diri kita semata, namun untuk dibaca oleh orang lain. Namun apabila tulisan yang dimaksud adalah untuk diri pribadi saja, saya sarankan beli buku diary, yang banyak di jual di toko buku, dan untuk menulisnya tidak perlu ada tpsnya, itu adalah privasi pemilik Diary yaitu Anda atau saya.

selamat menulis.
http://unik.kompasiana.com/2011/05/06/menulis-bukan-melamun/

Thursday, 14 April 2011

Runer Up 3 L-Men Mister International 2010 From Indonesia


http://youtu.be/wgxpzX_WXYI

harga : Rp 132.000,-
GET FREE
  • 53 Point untuk ditukar dengan exclusive merchandise L-Men.
Dear L-Men Community, mohon maaf, untuk saat ini kami hanya melayani pengiriman paket L-Men Hi Protein 2 GO di Jabodetabek.
L-Men Hi Protein 2 GO merupakan suplemen tinggi protein dengan whey dan L-Carnitine yang efektif membentuk tubuh atletis. Lebih praktis, dan siap dibawa ke mana saja.
L-Men Hi Protein 2 GO dilengkapi dengan:
Tinggi protein (15 gram/ serving) dengan kombinasi sempurna antara whey dan kasein membantu pembentukkan otot yang maksimal.
L-Carnitine berfungsi untuk meningkatkan metabolisme tubuh dengan membakar lemak menjadi energi.
BCAA berfungsi mencegah penguraian otot akibat latihan yang berat, menghambat rasa lelah, dan membantu sintesa L-Glutamine.
L-Glutamine berfungsi untuk meningkatkan imunitas.
• Tanpa penambahan gula.
• Siap minum dan dapat dikonsumsi kapanpun dimanapun.
• Sertifikasi HALAL.
Cara Konsumsi: Minum L-Men Hi Protein 2 GO 2 kali sehari. Bila pada hari berolahraga, minum 30 menit – 1 jam sebelum dan sesudah berolahraga. Bila sedang tidak berolahraga, tetap dikonsumsi dua kali sehari pada pagi dan sore/malam hari.

Informasi Nilai Gizi:


Tuesday, 5 April 2011

Dedaunan yang Bisa Mengatasi Kurang Darah


Semua jenis sayuran hijau pada dasarnya bermanfaat untuk meningkatkan produksi sel darah merah atau hemoglobin (Hb) dan mencegah anemia atau kurang darah. Beberapa di antaranya bahkan terbukti bisa menggantikan suplemen penambah darah.

Anemia merupakan kondisi kekurangan sel darah merah, yang mengakibatkan transportasi oksigen ke otak dan jaringan lainnya tidak lancar. Dampaknya adalah sering merasa pusing, tubuh cepat letih, pikiran susah konsentrasi dan wajah tampak lebih pucat.

Menurut penelitian, kandungan zat besi dalam sayuran hijau mampu meningkatkan produksi sel darah merah atau hemoglobin (Hb). Dari sekian banyak sayuran hijau, ada beberapa yang secara tradisional digunakan sebagai obat untuk mengatasi kurang darah.

Jenis-jenis sayur atau dedaunan tersebut adalah sebagai berikut seperti dikutip dari Nigerian Tribune, Senin (4/4/2011).

1. Daun jambu
Manfaat jambu biji atau guava bukan hanya terletak pada buahnya yang bisa meningkatkan sel-sel trombosit pada penderita demam beradarah dengue. Daunnya juga mempengaruhi pembentukan sel darah, khususnya hemoglobin pada penderita kurang darah.

Dalam tradisi orang Afrika, rebusan daun jambu biji diminum untuk mengatasi anemia. Penelitian di University of Calabar membuktikan bahwa pengaruhnya terhadap peningkatan hemoglobin cukup signifikan dan tidak menimbulkan efek samping pada ginjal.

2. Daun ubi jalar
Dalam penelitian yang dipublikasikan di Journal of Medicine and Biomedical Research tahun 2007 terungkap, ekstrak daun ubi jalar mampu meningkatkan aktivitas organ-organ yang terlibat dalam pembentukan sel darah merah antara lain hati dan sumsum tulang belakang.

3. Daun rumput kambing
Babadotan (Ageratum Conyzoides) atau dikenal juga dengan nama rumput kambing (Billy-goat weed) mudah ditemukan di mana saja, termasuk di pekarangan. Tanaman semacam rumput yang berbunga putih ini sebenarnya termasuk gulma atau tanaman pengganggu bagi petani.

Karena mengandung senyawa antibakteri, warga sering menggunakannya untuk mengobati luka. Selain itu, sebuah penelitian dalam Nigerian Journal of Physiological Sciences membuktikan daunnya kaya akan zat besi sehingga ekstraknya bisa mengobati kurang darah.

4. Daun labu
Berbagai studi menunjukkan ekstrak daun labu cukup efektif meningkatkan regenerasi hemoglobin dengan cara menstabilkan membran sel darah. Dalam uji klinis terbatas pada 30 wanita hamil di wilayah pedesaan di Afrika, ekstrak tersbeut secara signifikan mampu meningkatkan kadar zat besi ketika diberikan bersama-sama dengan telur dan susu 3 kali/hari selama 7 hari.

ORIFLAME UNIVERSITY

Blog Archive

ALAMAT IP KAMU

streetdirectory.co.id

Muthofar Hadi Sponsor Umroh/Haji

PT Armina Reka Perdana adalah salah satu agen perjalanan Haji/Umrah di Indonesia yang sudah berdiri sejak 1990. Ikuti jamaahnya dan dapatkan kuotanya, Bergabung Klik di sini.